Pantau Flash
Erick Thohir Gandeng IFC, Direksi BUMN Nggak Bisa 'Nakal' Soal GCG
Bima Arya Tegaskan Bus Bantuan di Stasiun Bogor Hanya Sementara
China Keluarkan Aturan Baru, Asian Beach Games Terancam Mundur
Survei Elektabilitas Parpol: PDIP Teratas, PSI dan Nasdem Alami Kenaikan
Polisi Periksa 20 Saksi Terkait Tewasnya Editor Metro TV

Mentan: Bansos untuk Petani Diberikan Bukan dalam Bentuk Uang Tunai

Mentan: Bansos untuk Petani Diberikan Bukan dalam Bentuk Uang Tunai Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, menyebutkan bantuan sosial untuk petani atau sembako pertanian diberikan bukan dalam bentuk uang tunai melainkan berupa sarana produksi (saprodi) bagi petani.

Syahrul Yasin Limpo setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi secara virtual bertopik Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan Pokok dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa, mengatakan bantuan untuk petani dalam bentuk saprodi senilai Rp300.000.

“Bantuan bukan dalam bentuk pendanaan tapi saprodi nilainya Rp300.000 di dalam ada pupuk, bibit, obat-obatan, dan tentu saja program ini mudah dilakukan, realistis untuk bisa ditanam dan harus cepat dihasilkan karena ini untuk membantu masyarakat,” kata Syahrul.

Baca juga: KRKP Soal May Day: Petani Perlu Diberikan Akses Lahan Pertanian

Ia menambahkan bantuan langsung bagi petani miskin atau sembako pertanian itu diberikan kepada pertama petani serabutan, kedua petani berstatus buruh tani, dan ketiga kepada petani penggarap.

Bantuan itu diberikan kepada kelompok tersebut mengingat mereka dinilai terdampak langsung pandemi COVID-19. Untuk itu, Kementan bekerja sama dengan Kemendes untuk mendata petani miskin secara detail by name by address yang jumlahnya mencapai 2,7 juta petani.

“Data ini sudah dalam validasi dan disusun berjenjang ke bawah mulai dari kelompok tani lalu ke Komando Strategi Petani (Kostratani) di kecamatan kemudian dilegalisasi dinas-dinas pertanian mewakili bupati dan gubernur dan sudah diajukan ke Pak Menkoperekonomian,” katanya.

Baca juga: Pemerintah Akan Berikan Insentif Rp600 Ribu untuk 2,44 Juta Petani

Mentan menegaskan pemberian bantuan dalam bentuk saprodi diselaraskan dengan bantuan desa dari Kemendes yang berupa bantuan tunai.

“Akan dilakukan sinkronisasi data sehingga data Mendes sama dengan kita walau penjabarannya Mendes kasih bantuan langsung tunai kalau kami dalam bentuk saprodi. Saprodi dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: