Pantau Flash
Bursa Saham Kawasan Naik, IHSG Menguat 15,07 Poin
Eijkman: Flu Babi Membawa Semua Gen yang Pernah Menimbulkan Pandemi
Sudah Ada 29.919 Orang di Indonesia yang Sembuh dari COVID-19
Nadiem Tegaskan Kebijakan: Belajar Merdeka Memiliki Daya Saing Kuat
Pratikno: Janagan Ribut Lagi Soal Reshuffle, Progres Kabinet Berjalan Bagus

Menteri Edhy: SDM Kelautan Harus Siap Hadapi 'Society 5.0', Apa Itu?

Menteri Edhy: SDM Kelautan Harus Siap Hadapi 'Society 5.0', Apa Itu? Menteri KKP, Edhy Prabowo. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo menyatakan sumber daya manusia harus mempersiapkan diri bukan hanya untuk Industri 4.0, tetapi dalam menghadapi pula Society 5.0 yang diprediksi terjadi pada masa depan.

"Kita akan memasuki Society 5.0, yaitu masyarakat yang berpusat sepenuhnya kepada manusia," kata  Edhy saat membuka acara Pelatihan Secara Daring Masyarakat Penyuluh Perikanan dan Peluncuran e-Jaring, Selasa (30/6/2020).

Menurut dia, konsep Society 5.0 itu berarti menghubungkan dan menggerakkan segala aspek kehidupan manusia dengan berbasis data. Dengan demikian, ia mengemukakan bahwa internet ke depannya tidak lagi digunakan sebatas informasi, tetapi untuk menjalani keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Menteri Edhy Ingin Perbanyak Teknologi untuk Kesejahteraan Nelayan

Edhy Prabowo berpendapat bahwa bila benar-benar diterapkan, maka Society 5.0 diharapkan bisa meminimalkan kesenjangan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sepenuhnya.

KKP, ujar dia, juga telah memiliki sistem e-Jaring yaitu pelatihan berbasis daring di mana setiap orang di mana saja dan kapan saja dapat memperoleh pelatihan guna meningkatkan kapasitas terkait sektor kelautan dan perikanan.

Hal tersebut dinilai sangat bermanfaat terutama dalam menghadapi era pandemi COVID-19 di mana pergerakan sosial lebih terbatas dari sebelumnya. "e-Jaring sudah tepat dibangun di masa kini karena bisa diakses siapa saja dan di mana saja," katanya.

Warga yang ingin mengikutinya, cukup hanya masuk ke laman ejaring.kkp.go.id dan mendaftar di sana. Berbagai jenis pelatihan yang bisa diperoleh antara lain seperti pembenihan dan pembesaran beberapa jenis ikan, diversifikasi olahan berbagai jenis ikan, hingga bimbingan teknis seperti pembuatan alat tangkap serta perawatan dan perbaikan mesin kapal ikan.

Kepada penyuluh perikanan, menteri menyatakan bahwa mereka harus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat kelautan dan perikanan untuk memecahkan masalah serta menghadapi beragam tantangan yang dihadapi sehari-hari di lapangan.

Baca juga: Menteri Edhy Dorong Inovasi Bisnis untuk Tingkatkan SDM Kemaritiman

KKP ingin membangkitkan kembali peran penyuluh swadaya perikanan dalam rangka memperkuat kinerja sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air. "Mari kita aktifkan kembali teman-teman penyuluh swadaya yang pada tahun 2012-2013 tercatat berjumlah 11.000 orang. Kita jadikan penyuluh swadaya sebagai kekuatan nasional serta motor penggerak perekonomian para pelaku pelaku utama serta perikanan di Indonesia," kata Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data per Juni 2020, KKP memiliki 4.650 orang Penyuluh Perikanan PNS dan PPB (Penyuluh Perikanan Bantu), sehingga dengan adanya penyuluh swadaya diharapkan dapat membantu memperbanyak jumlah penyuluh.

Dengan adanya pendampingan dari penyuluh PNS, penyuluh bantu, serta penyuluh swadaya yang tersebar di seluruh nusantara, Sjarief berharap transformasi masyarakat kelautan dan perikanan dapat terwujud.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: