Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020

Headline
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020 Instalasi Listrik (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Terang saat malam mungkin itu dambaan bagi semua warga Indonesia yang masih belum terjamah oleh listrik. Tapi buat kalian jangan khawatir, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan seluruh rumah di tahun 2020 sudah tersambung listrik.

"Harapan saya, sesuai permintaan Bapak Presiden kalau bisa (rasio elektrifikasi) mendekati 100 persen akhir tahun ini. Jadi akhir tahun ini lebih dari 99 persen dan saya optimis mestinya di akhir 2020 selesai. 100 persen menikmati penerangan," tegas Menteri ESDM Ignasius Jonan yang dilansir situs resmi Kementerian ESDM.

Perlu sobat Pantau tahu, awal Pemerintahan Joko Widodo, pemerintah sudah mencanangkan adanya penambahan pembangkit dari program 35.000 MW.

"Semangat ini untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai ke Pulau Rote. Yang penting itu kebutuhan listrik masyarakatnya terpenuhi," jelasnya.

Baca juga: Jonan Gandeng Jepang Kembangkan Energi Hijau dari Turunan Kelapa Sawit

Data menunjukkan, rasio elektrifikasi per bulan Juli 2019 sudah sebesar 98,8 persen. Jonan mengungkapan sejumlah tantangan dalam merampungkan sisanya, yaitu 1,2 persen.

Diakui Jonan, beberapa kendala kerap dihadapi di lapangan. Pertama, layanan akses listrik berada di daerah yang sulit terjangkau dengan minim infrastruktur.

"Ini segala cara harus dilakukan," kata Jonan.

Kedua, kemampuan masyarakat dalam membayar biaya sambung listrik yang masih rendah. Jonan memperkirakan untuk daya sambung pada pelanggan 450 VA itu membutuhkan biaya sekitar Rp750 ribu.

"Ada sekitar 600 ribu yang tidak mampu bayar biaya sambung. Ini yang harus diperjuangkan," tegas Jonan.

Baca juga: 5 Perubahan Energi Jika Mobil Listrik Siap Mengaspal di Indonesia

Ia pun mempredikasi setiap tahun akan ada penambahan jumlah rumah tangga baru sekitar 500 ribu rumah tangga.

Untuk mengatasi hal tersebut, jalan keluar yang ditempuh Pemerintah adalah melalui patungan biaya sambung. Sinergi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyumbang 100 ribu biaya sambungan listrik gratis, PLN dan pegawainya 40 ribu dan pegawai Kementerian ESDM bagi sekitar 2.500 rumah. 

"Sampai sekarang sudah terkumpul 250 ribu biaya sambung listrik," pungkas Jonan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: