Pantau Flash
Cuaca Tak Menentu, Pemkab Bogor Larang Korban Banjir Bandang Puncak Pulang
Antam Klaim Tak Bersalah Soal Transaksi Emas di Surabaya dan Akan Banding
Eksportir Sambut Positif Dukungan Kuat Pemerintah untuk Sarang Burung Walet
Persib Akan Perpanjang Kontrak Pemain yang Habis pada Februari
Kasus Positif Virus Korona di RI Bertambah 10.365, Total Jadi 927.380 Orang

Menteri Jonan Ungkap Permintaannya Soal Produksi Migas Indonesia

Menteri Jonan Ungkap Permintaannya Soal Produksi Migas Indonesia Menteri ESDM Ignasiun Jonan (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta seluruh kontraktor migas dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk lebih efisien dalam berproduksi.

"Yang penting adalah menekan efisiensi biaya produksi, baik eksplorasi dan eksploitasi. Itu kuncinya," kata Jonan pada konferensi Indonesian Petroleum Association atau IPA di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Jonan berpendapat tidak ada langkah lainnya yang lebih tepat selain efisiensi, sebab migas sudah ada di perut bumi sejak lama dan tidak bisa diperbaharui.

Baca juga: Nikel Tak Diekspor Lagi, RI Makin Berpotensi Jadi Produsen Mobil Listrik

Ia meminta seluruh kontraktor untuk memakai berbagai cara dalam melakukan efisiensi, termasuk dengan cara-cara modern seperti penerapan teknologi.

Jonan juga menegaskan bahwa tidak ada jaminan setiap melakukan eksplorasi bisa dipastikan membuahkan hasil.

Jika dilihat dari sisi harga, lanjut Jonan, hal tersebut sulit untuk dikontrol karena penentuannya ada pada mekanisme suplai dan permintaan di tingkat global. Kemudian, harga juga dipengaruhi oleh gejolak politik secara global yang selalu mungkin berubah setiap waktu.

Selain itu kontrak jangka panjang juga harus diterapkan untuk mengurangi beban biaya sewa bagi kontraktor.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: