Pantau Flash
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal
25 Anak Usaha Pertamina Akan Didivestasi dan Likuidasi

Menteri Jonan Ungkap Permintaannya Soal Produksi Migas Indonesia

Menteri Jonan Ungkap Permintaannya Soal Produksi Migas Indonesia Menteri ESDM Ignasiun Jonan (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta seluruh kontraktor migas dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk lebih efisien dalam berproduksi.

"Yang penting adalah menekan efisiensi biaya produksi, baik eksplorasi dan eksploitasi. Itu kuncinya," kata Jonan pada konferensi Indonesian Petroleum Association atau IPA di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Jonan berpendapat tidak ada langkah lainnya yang lebih tepat selain efisiensi, sebab migas sudah ada di perut bumi sejak lama dan tidak bisa diperbaharui.

Baca juga: Nikel Tak Diekspor Lagi, RI Makin Berpotensi Jadi Produsen Mobil Listrik

Ia meminta seluruh kontraktor untuk memakai berbagai cara dalam melakukan efisiensi, termasuk dengan cara-cara modern seperti penerapan teknologi.

Jonan juga menegaskan bahwa tidak ada jaminan setiap melakukan eksplorasi bisa dipastikan membuahkan hasil.

Jika dilihat dari sisi harga, lanjut Jonan, hal tersebut sulit untuk dikontrol karena penentuannya ada pada mekanisme suplai dan permintaan di tingkat global. Kemudian, harga juga dipengaruhi oleh gejolak politik secara global yang selalu mungkin berubah setiap waktu.

Selain itu kontrak jangka panjang juga harus diterapkan untuk mengurangi beban biaya sewa bagi kontraktor.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: