Menteri Sri Mulyani Minta Sesuatu ke Ratusan Investor, Apa Ya?

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam memberikan kata sambutan. (Pantau.com/Ratih Prastika)Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam memberikan kata sambutan. (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com  Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan sebuah permintaan di hadapan ratusan investor yang hadir dalam acara “Mandiri Investment Forum 2018”. Ia berharap, partisipasi dari investor semakin besar guna berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kita berikan banyak ruang untuk partisipasi (investor). Kolaborasi (BUMN-investor) berdasar kepercayaan, rasa hormat, penghargaan satu sama lain dengan itu Indonesia bisa berbagai kesejahteraan dan berkembang,” kata Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (7/2/2018). 

Ia mengatakan kolaborasi antara investor dengan BUMN, diharapkan dapat membantu pembangunan proyek infrastruktur. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2014-2019 menyebutkan, pembangunan infrastruktur dibutuhkan dana sebesar Rp5.000 triliun.

Proyek infrastruktur mulai dari pelabuhan, perumahan, jalanan, bandara, rel kereta api, hingga pembangkit listrik. Pembangunan berbagai proyek infrastruktur diyakini akan meningkatkan konektivitas dan menurunkan biaya logistik.

“Ini (konektivitas dan biaya logistik turun) berarti akan menjadi efisiensi. Ekonomi daerah lebih baik, tetapi juga mengurangi kesenjangan antar kawasan, pembangunan dirasakan orang Indonesia di manapun berada,” paparnya.

Saat ini, Ia mengatakan pertumbuhan infrastruktur sangat bergantung pada pembiayaan pemerintah. Padahal, kebutuhan untuk merealisasikan proyek-proyek infrastruktur nilainya cukup besar sehingga membutuhkan peran sektor swasta. “Infrastruktur tergantung pembiayaan pemerintah. Kita tahu infrastruktur tidak hanya dibangun pemerintah oleh karena itu sektor swasta dibutuhkan,” ujarnya.

Nah terkait hal itu, ia mengaku terus berupaya mendesain ulang sistem keuangan di beberapa kementerian untuk lebih banyak membuka kemitraan dengan sektor swasta.

“Untuk target jangka menengah, Indonesia butuh Rp5.000 triliun untuk dapat kompetitif dengan negara-negara  lain. Pembiayaan dari negara hanya sedikit, kita butuh sektor swasta,” tutup Sri Mulyani.

Tim Pantau