Pantau Flash
Marquez Akui Sempat Kesulitan dengan Motor Baru Honda
Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp13.887 per Dolar AS
Eks Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Akibat Korona, Luhut: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Tertunda
KPAI Bentuk Dewan Etik Dalami Polemik 'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang'

Menurut Studi, Penurunan Gaji Berdampak Negatif pada Kesehatan Otak

Menurut Studi, Penurunan Gaji Berdampak Negatif pada Kesehatan Otak Ilustrasi gaji (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebagai karyawan, biaya hidup sehari-hari pasti bergantung dari gaji. Setelah kerja sekian tahun disuatu tempat, wajar saja jika karyawan mengharapkan kenaikan gaji. 

Namun apa jadinya jika nominal gaji justru turun karena alasan tertentu?

Melansir dari Times of India, studi yang dilakukan peneliti dari Inserm Research Center di Prancis, penurunan gaji ternyata juga berpengaruh pada kesehatan otak yang berkaitan dengan kemampuan berpikir.

Hasil penelitian itu menunjukkan, dewasa muda yang mengalami penurunan pendapatan sebesar 25 persen, berisiko alami penurunan kemampuan berpikir. "Studi eksplorasi kami melibatkan peserta di AS melalui resesi pada akhir 2000-an ketika banyak orang mengalami ketidakstabilan ekonomi," kata penulis utama studi Leslie Grasset.

Baca juga: Pencari Kerja Catat! Di Australia Alumni Kampus Top Malah Dapat Gaji Kecil

Untuk mendapatkan hubungan antara penurunan pendapatan dengan kemampuan otak, penelitian itu dilakukan terhadap 3.287 orang berusia 23-35 tahun yang terdaftar dalam studi Pengembangan Risiko Arteri Koroner pada Dewasa Muda (CARDIA), mencakup populasi yang beragam ras.

Selama masa penelitian, peserta rutin melaporkan pendapatan rumah tangga pra-pajak tahunan setiap tiga hingga lima tahun selama periode 1990-2010. Para peneliti juga telah memeriksa seberapa sering pendapatan turun serta persentase perubahan pendapatan antara 1990-2010 untuk setiap peserta.

Dalam masa itu, peserta juga diberikan tes berpikir dan tes memori untuk mengukur seberapa baik mereka menyelesaikan tugas dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Setelah dihubungkan antara jumlah pendapatan dan hasil tes, studi menemukan bahwa peserta yang mengalami dua kali atau lebih penurunan pendapatan memiliki kinerja yang lebih buruk dalam menyelesaikan tugas ketimbang orang yang tidak mengalami penurunan pendapatan.

Baca juga: Benang Merah antara Jumlah Tabungan dengan Usia Kamu, Begini Penjelasannya

Menariknya, semakin besar penurunan penghasilan juga membuat peserta mendapatkan skor yang lebih buruk termasuk membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikan beberapa tugas.

Hasil tersebut sama setelah peneliti menyesuaikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir, seperti tekanan darah tinggi, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, dan merokok.

Tak hanya berpengaruh dalam jangka pendek, penurunan pendapatan juga bisa mempengaruhi otak peserta saat usia mereka mencapai paruh baya. 

Tim Pantau
Editor
Lilis Varwati
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ekonomi

Berita Terkait: