Pantau Flash
Kematian Babi Akibat Virus ASF di NTT Mencapai 22.000 Ekor
Rakyat Rusia Setuju Presiden Vladimir Putin Berkuasa hingga 2036
Bansos Rp300 Ribu Hanya Dibagikan Sebulan Sekali Mulai Juli untuk Warga DKI
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 60.000 per 3 Juli
Presiden Jokowi Bersyukur Status Indonesia Naik Menengah ke Atas

New York Mulai Larang Penjualan Rokok Elektrik Bercita Rasa

Headline
New York Mulai Larang Penjualan Rokok Elektrik Bercita Rasa Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - New York telah menjadi negara bagian pertama yang segera melarang rokok elektrik yang beraroma setelah hampir 400 kasus penyakit paru-paru serius terkait vaping dilaporkan di AS.

Kantor kesehatan masyarakat negara bagian New York, Selasa (17 September 2019), menyetujui larangan itu atas rekomendasi kuat dari Gubernur Andrew Cuomo.

"Tidak bisa dipungkiri perusahaan vaping sengaja menggunakan rasa seperti permen karet, Captain Crunch, dan permen kapas untuk membuat anak-anak muda terpikat pada rokok elektrik," kata Cuomo. 

"Ini adalah krisis kesehatan masyarakat dan berakhir hari ini," tambahnya.

Baca juga: Menunggu Keputusan Suku Bunga The Fed di Tengah Panasnya Harga Minyak Dunia

Larangan itu segera diberlakukan di New York. Hanya rasa tembakau dan mentol yang bisa dijual. Michigan juga telah menyetujui larangan rasa, tetapi belum berlaku. Negara-negara bagian lain juga sedang mempertimbangkan larangan itu.

Dikutip VOA, Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengaktifkan tindakan darurat untuk mengatasi serangkaian penyakit paru-paru yang baru-baru ini yang diduga diakibatkan oleh rokok elektronik.

Ada hampir 400 kasus yang dikonfirmasi dan diduga terjadi di seluruh AS termasuk sekurangnya enam kematian.

Baca juga: GM Stop Bayar Asuransi Kesehatan untuk Pekerja yang Mogok

Pakar kesehatan belum bisa menentukan penyebab pasti, termasuk merek atau bahan tertentu dalam rokok elektronik itu. Tetapi sebagian mencurigai penggunaan komponen ganja THC di perangkat vaping. Meskipun demikian, mereka mendesak semua pengguna rokok elektronik untuk berhenti.

Perangkat rokok elektrik dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok tembakau. Regulator federal telah memperingatkan pembuat rokok elektrik terbesar, JUUL, agar tidak membuat klaim seperti itu, dan menyebutnya belum terbukti.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: