Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Oil Boom Terpasang Sepanjang 5 Kilometer untuk Atasi Tumpahan Minyak

 Oil Boom Terpasang Sepanjang 5 Kilometer untuk Atasi Tumpahan Minyak Tim pengawas PHE ONWJ memantau area tumpahan minyak mentah yang tercecer di Laut Utara Karawang, Jawa Barat (Foto: Antara/Muhamad Ibnu Chazar)

Pantau.com - Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) berupaya meminimalisasi  tumpahan minyak di Pesisir Pantai Karawang, Bekasi dan Kepulauan Seribu. 

Kecepatan penanganan di sumber tumpahan minyak, tidak serta merta menghentikan laju penyebaran tumpahan minyak ke pantai. Sehingga tim oil combat di darat pun harus bergerak dengan cepat. 

"Kami menerapkan strategi  berlapis untuk penanganan tumpahan minyak. Di offshore, upaya menangani tumpahan minyak laut melalui pengoperasian penampung fluida, berupa rubber boat yang ditempatkan di bawah Anjungan YYA. Kemudian bila ada tumpahan minyak yang tidak tertampung di rubber boat, akan ditampung oleh static oil boom lapis pertama dan lapis kedua. Setelahnya akan ada movable oil boom yang akan mengejar minyak yang lolos," jelas VP Relations PHE, Ifki Sukarya dalam rilisnya.

Baca juga: Jual BBM, Pertamina Tak Tutup Mata Soal Perkembangan Mobil Listrik

Ifki menambahkan, tumpahan minyak yang tidak tertangkap di laut, dihalau dengan oil boom yang dipasang di 8 titik, di sepanjang garis pantai  yaitu Desa Cemara Jaya, Desa Sedari, Desa Tambak Sari, Desa Tanjung Pakis, Desa Pantai Bakti, Desa Sungai Buntu, Desa Sukajaya dan Kepulauan Seribu.

"Sebelumnya kami telah memasang oil boom sepanjang 3000 meter, kemudian menjadi 4000an meter, kini kami tambah menjadi 5.865 meter," pungkas Ifki.

Dalam menangani wilayah untuk penanganan di wilayah pesisir pantai, Oil Spill Combact Team (OSCT) PHE ONWJ bekerja sama dengan TNI dan Polri serta masyarakat pesisir. Total personel yang terlibat dalam pembersihan tumpahan minyak, baik di darat maupun di laut per tanggal 19 Agustus 2019, sebanyak 1970 personel.

Baca juga: SKK Migas: Penanganan Minyak Tumpah PHE ONWJ oleh Pertamina Cukup Baik

Pemantauan penanganan oil spill di sekitar anjungan YYA dan wilayah terdampak juga terus berlanjut dengan patroli udara dan laut dalam radius 50-100 km dengan menggunakan Helicopter milik Pelita Air Service. Adapun untuk patroli perairan menggunakan Kapal Patroli Ditpolair Baharkam POLRI di Perairan Karawang. 

Sedangkan untuk pelayanan masyarakat PHE ONWJ membuka 9 Posko Pelayanan Kesehatan, yaitu di daerah Ciwaru, Pusaka Jaya Utara, Sedari, Tambaksari, Batu Jaya, Tanjung Pakis, Cemara Jaya, Pasir Putih dan Kepulauan Seribu. Di posko  ini disiagakan 6 dokter, 39 paramedik dan 5 ambulance. 

"Kami berterima kasih pada seluruh stakeholder dan masyarakat sekitar yang telah turut berpartisipasi membantu kami untuk penanganan tumpahan minyak ini," imbuh Ifki.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: