Pantau Flash
Rekor Harian Baru! Bertambah 2.657, Positif COVID-19 Tembus 70 Ribu
BKPM Pastikan Juli 2020 Sudah Ada Relokasi Pabrik
Erick Thohir Prediksi Ekonomi Pulih 100 persen di Tahun 2022
Menpan RB: SKB CPNS 2019 akan Digelar pada September-Oktober 2020
Jumlah Penumpang Tumbuh, Bos Garuda: Belum Sesuai Ekspektasi

Pakar: New Normal, Penggunaan Energi Beralih ke Sektor Rumah Tangga

Pakar: New Normal, Penggunaan Energi Beralih ke Sektor Rumah Tangga Token Listrik. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, pendiri Clean Indonesia Channel, Dicky Edwin Hindarto, yang juga pakar efisiensi energi dan pasar karbon, mengatakan bahwa kebijakan normal baru akan mengalihkan fokus penggunaan energi ke kegiatan rumah tangga.

"Penggunaan energi untuk perkantoran, sekolah, jalan raya, dan industri, sekarang berpindah ke rumah tangga sehingga ada kecenderungan pemakaian energi akan lebih boros," katanya di Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: BP Tapera Targetkan 13 juta Peserta hingga Tahun 2024 

Ia menambahkan bahwa di berbagai negara terjadi penurunan konsumsi energi secara drastis karena adanya lockdown dan pembatasan kegiatan ekonomi.

“Permintaan minyak dunia bisa berkurang 9 persen, dan kembali seperti tahun 2012 karena berkurangnya konsumsi BBM untuk transportasi dan industri, sedangkan permintaan batubara diproyeksikan turun 8 persen karena penurunan kebutuhan listrik. Untuk permintaan akan gas juga diproyeksikan akan turun lebih dalam setelah kuartal pertama 2020," jelasnya.

Begitu pula permintaan terhadap energi nuklir akan turun karena turunnya kebutuhan listrik. Namun, permintaan akan energi terbarukan justru diproyeksikan meningkat karena keandalannya di sisi keberlanjutan pasokan.

Menurut Dicky, selama ini kampanye hemat energi banyak dilakukan oleh pemerintah maupun swasta dan NGO. Kebanyakan kegiatan komunikasi tersebut sebelum masa pandemi Covid-19 dilakukan tanpa strategi komunikasi yang baik dan berkelanjutan.

Baca juga: Mengintip Pengalaman Beberapa Negara dalam Menghadapi COVID-19

Sementara itu, di masa pandemi sangat sedikit kegiatan kampanye hemat energi. Sementara itu, pendiri Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM) Emilia Bassar dalam kesempatan yang sama saat diskuai mengatakan terjadinya pandemi Covid-19 memberikan tantangan baru bagi banyak pihak dan sektor dalam penanganan perubahan iklim di Indonesia.

"Kami khususnya CPROCOM terus menyuarakan komunikasi transformasional untuk

menggerakkan seluruh elemen masyarakat bertindak menjaga kondisi alam di era normal baru yang kondisinya lebih baik dari masa sebelum terjadinya wabah Covid-19," kata Emilia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: