Pantau Flash
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi
Kebijakan Tarik 'Rem Darurat' Dianggap Berhasil, Anies Perpanjang PSBB
Selama Periode 2016-2020 Tercatat 157 Pegawai KPK Telah Mengundurkan Diri
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendirian Atasi COVID-19

Patroli Laut Bea dan Cukai Lawan Kejahatan Fiskal

Patroli Laut Bea dan Cukai Lawan Kejahatan Fiskal Patroli Laut Bea Cukai. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kepulauan Riau sebagai provinsi terdepan yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dan ya, kerap menjadi pintu masuk penyelundupan barang-barang ilegal.

Karena itu, kepabeanan menjadi hal yang sangat penting. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang merupakan instansi pemegang tugas kepabeanan memiliki peran yang cukup strategis menjaga wilayah perbatasan yang sebagian besar terdiri dari perairan.

Upaya penjagaan pintu perbatasan tersebut, salah satunya dilakukan dengan cara patroli guna melindungi kekayaan negara dari ancaman baik masuk dan keluarnya barang-barang ilegal.

Baca juga: Satgas Kapal Patroli Bea Cukai 20009 Selamatkan Kapal Nelayan

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau sebagai pelaksana di sepanjang wilayah Perairan Selat Malaka, dari Aceh hingga Perairan Kalimantan Barat memiliki tugas yang cukup berat.

Berbeda dengan wilayah darat, perairan memerlukan upaya yang lebih ekstra dalam melakukan penjagaan. Bukan hanya wilayah perairan yang luas, tapi juga lalu lintas laut yang sangat padat di sepanjang Selat Malaka.

Personel Bea Cukai dituntut untuk lebih teliti dan jeli saat mengamati arus lalu lintas laut di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran terpadat di dunia. Mereka harus bisa membedakaan dan juga memprediksi kemungkinan kapal-kapal yang membawa barang-barang ilegal tersebut melintas perbatasan NKRI.

Baca juga: Bea Cukai Musnahkan 532,9 Ton Ammoniun Nitrat

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau memiliki armada laut berupa kapal patroli sebanyak 31 unit dan 11 unit speedboat. Kapal patroli digunakan untuk melakukan patroli jarak jauh, sedangkan speedboat digunakan untuk patroli jarak dekat, dan penangkapan yang membutuhkan kecepatan.

Patroli laut di sepanjang Perairan Selat Malaka dibagi menjadi dua sektor yakni sektor 1 meliputi wilayah Perairan Aceh hingga Tanjung Balai Karimun, dan sektor 2 dari Tanjung Balai Karimun hingga perairan Kalimantan Barat.

Secara bergantian kapal-kapal patroli dan juga speedboat milik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau digunakan oleh para personel Bea dan Cukai guna menjaga Perairan Selat Malaka hingga Laut Natuna dari kejahatan fiskal.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: