Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Pebisnis Catat! Pemkot Sukabumi Tak Lagi Izinkan Pendirian Minimarket Baru

Pebisnis Catat! Pemkot Sukabumi Tak Lagi Izinkan Pendirian Minimarket Baru Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, sudah tidak lagi memberikan izin kepada siapapun untuk mendirikan minimarket karena jumlahnya sudah mencapai kuota sehingga tidak ada penambahan lagi.

"Adanya pembatasan izin untuk mendirikan atau membuka minimarket ini untuk memberikan kesempatan dan peluang kepada pelaku usaha kecil seperti warung dan toko kelontong dalam mengembangkan usahanya," kata Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

Hal ini ungkapnya bukan berarti memutus sama sekali kerja sama dengan pengelola minimarket, tetapi pelaku usaha maupun pengelola pasar modern tersebut menjadi konsultan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Sukabumi.

Baca juga: Pekerja Wanita Paling Banyak Terdampak karena Penutupan Ritel

Selain itu, Pemkot Sukabumi juga mengharuskan minimarket menyediakan stan untuk mempromosikan dan  menjual produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) karya warga Kota Sukabumi dan setiap produk UKM yang masuk ke minimarket itu tidak dikenakan biaya apapun seperti sewa stan atau menyimpan sejumlah uang untuk jaminan agar produk UKM dijajakan di ritel modern itu. .

Dengan demikian ia berharap penghasilan pelaku UKM terus meningkat.

"Kami terus menjalin kerja sama dengan para pengusaha dan pengelola minimarket hingga supermarket, namun bentuknya seperti memberikan pelatihan dan membantu dalam pemasaran," kata Andri Setiawan Hamami.

Baca juga: Indonesia Jadi Barometer Tren Fashion Muslim Global

Andri mengatakan saat ini Kota Sukabumi pun sudah memiliki S-Mart untuk menampung seluruh produk UKM asal Kota Sukabumi dan sudah ada 40 jenis produk yang dijual atau dipasarkan di minimarket yang dalam pengelolaan dilakukan oleh warga sekitar dengan dibentuk koperasi.

Karena itu, pihaknya terus berupaya membantu seluruh pelaku UKM agar bisa tetap berproduksi. Sementara untuk pemasarannya akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah, dengan syarat kemasan harus menarik, memiliki kualitas, dan mempunyai semangat untuk berkreasi dan mengembangkan produk mereka.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: