Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Pecinta SariWangi Jangan Panik, Kalian Masih Bisa Ngeteh Ko

Headline
Pecinta SariWangi Jangan Panik, Kalian Masih Bisa Ngeteh Ko Teh celup SariWangi (Foto: Facebook/Unilever Indonesia)

Pantau.com - Buat anda pecinta teh celup Sariwagi jangan panik, teh legendaris itu masih akan terus diproduksi. Menjawab kegundahan itu, pemilik brand Sariwangi, Unilever angkat bicara. Melalui keterangannya, di akun resmi facebooknya, Unilever Indonesia mengatakan, pihaknya akan tetap memproduksi teh celup itu.

"Unilever tetap memproduksi SariWangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh SariWangi," tulisnya.

Pihak Unilever juga memastikan bahwa kedua perusahaan yaitu PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW) bukan bagian ataupun anak usaha dari Unilever. 

"SAEA pernah menjadi rekanan usaha Unilever untuk memproduksi merek teh Sariwangi, namun saat ini Unilever sudah tidak memiliki kerja sama apapun dengan SAEA," tambahnya.

Baca juga: Sariwangi Pailit, Asosiasi Pengusaha Indonesia Soroti Perbankan

 

Seperti diketahui, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Perusahaan pengolahan teh ini dianggap telah melanggar perjanjian perdamaian soal utang piutang dengan PT Bank ICBC Indonesia.

Setelah tagihan kredit utang bermasalah Bank ICBC Indonesia sepakat dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Total utang Sariwangi kepada Bank ICBC Indonesia saat itu mencapai US$20.505.166 atau sekitar Rp309,6 miliar.

Namun sejak perjanjian itu pihak Sariwangi tidak memenuhi perjanjian dengan membayar cicilan utang. Hingga akhirnya PT Bank ICBC Indonesia mengajukan pembatalan perjanjian perdamaian

Berbarengan dengan Sariwangi, Bank ICBC Indonesia juga meminta pembatalan perjanjian perdamaian kepada PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung. Total utang perusahaan ini mencapai $2.017.595 dan Rp4.907.082.191.


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni