Pemanfaatan Internet untuk Transaksi Perbankan Hanya 17,04 Persen

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) saat memberikan keterangan pers. (Pantau.com/Ratih Prastika)Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) saat memberikan keterangan pers. (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pemanfaatan internet bidang ekonomi untuk transaksi perbankan di Indonesia, hanya 17,04 persen dari total pengguna internet 143,26 juta juta jiwa.

Sekjen APJII, Henri Kasyfi mengatakan seharusnya pengguna internet dengan jumlah tersebut dapat dimanfaatkan untuk aplikasi-aplikasi perbankan.

“Literasi digital kan terkait banyak sektor, salah satunya terkait literasi digital keuangan ini merupakan PR (pekerjaan rumah). Terutama sektor perbankan bahwa jumlah pengguna internet 143 juta sekarang harus lebih dimanfaatkan untuk aplikasi-aplikasi terkait perbankan,” ujar Henri, Senin (19/2/2018).

Baca juga: Ini Solusi APJII Dongkrak Aplikasi Berbayar

Ia mengatakan menambahkan pembangunan infrastruktur untuk literasi digital keuangan untuk memudahkan transaksi di bidang perbankan. Nah, menurutnya peningkatan transaksi perbankan dengan menggunakan internet harus digalakan dengan mendorong penggunakan aplikasi perbankan. 

“Sekarang kan masih banyak gunakan ATM tapi ini terkait regulasi kita nanti bisa bicara APJII dan teman di sana (perbankan) untuk bisa diperluas,” lanjutnya.

Menurutnya, angka pemanfaatan internet yang masih kecil menjadi peluang untuk lebih digali. “Angka kecil bukan berarti negatif tapi opportunity untuk teman-teman disana,” imbuh Henri.

Baca juga: Menilik Inklusi Keuangan

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti