Pemerintah Ciptakan Pusat Ekonomi Baru Hadapi Singapura-Malaysia

Menko Perekonomian Darmin Nasution. (Pantau.com/Ratih Prastika)Menko Perekonomian Darmin Nasution. (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah menyadari jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sumatera, terutama sepanjang Selat Malaka akan menghadapi persaingan dari area sejenis di Singapura dan Malaysia.

Ia menjelaskan, untuk menghadapi persaingan dengan kawasan ekonomi di Singapura dan Malaysia, KEK di Indonesia perlu dibuat lebih menarik bagi investor. Utamanya, dari sisi pelayanan oleh administrator dan badan usaha pembangunan dan pengelola (BUPP).

“Kita harus bisa lebih menarik dari mereka supaya investor cepat datang, menarik tentunya dari sisi pelayanan pemberian izin dan pelayanan BUPP,” ucap Darmin dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dan investasi KEK Arun Lhokseumawe, Senin (12/2/2018).

Sementara itu Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mendukung percepatan realisasi KEK Arun Lhokseumawe, Aceh. Empat lembaga pelaku konsorsium pengelola KEK Arun Lhokseumawe telah membentuk PT Patriot Nusantara Aceh sebagai badan usaha.

Baca juga:Menakar ‘Manfaat’ Lonjakan Cadangan Devisa Indonesia

Empat lembaga pelaku konsorsium pengelola KEK Arun Lhokseumawe, PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelindo 1, dan Perusahaan Daerah pembangunan Aceh (PDPA).

“KEK Arun Lhokseumawe berfokus pada sektor energi, petrokimia, agroindustri, logistik, industri pendukung ketahanan pangan, serta kertas kraft,” katanya. 

Ia mengatakan pihaknya perlu melakukan langkah cepat di lapangan, antara lain mempercepat penyelesaian rencana bisnis KEK Arun Lhokseumawe oleh konsultan internasional. “Sehingga investor akan lebih tertarik,” imbuh Irwandi.

Tim Pantau