Pantau Flash
Alami Pneumonia Akibat Korona, Musisi jazz Ellis Marsalis Meninggal Dunia
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal

Pemerintah Susun Data Peta Kelautan, Permintaan Salah Satu Investor?

Pemerintah Susun Data Peta Kelautan, Permintaan Salah Satu Investor? Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah membentuk data kelautan yang akan diwujudkan dalam satu peta laut yang terintegrasi dengan lembaga atau kementerian lain terkait, untuk menarik investor.

"Arahnya ke situ, kalau investasi di laut pasti akan membutuhkan data tersebut," kata Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Stabilkan Neraca Perdagangan Kelautan

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan bahwa penyusunan serta pembukaan data antarlembaga tersebut tidak ada permintaan khusus dari investor.

"Ini bukan permintaan salah satu investor, namun memang selama ini data dan pemetaan belum rapi sehingga agar lebih mudah dideteksi semua kebutuhan kelautan," katanya.

Sebanyak tujuh lembaga dan kementerian telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menyusun serta membuat pemetaan laut Indonesia yang akurat dan terpusat. "Selama ini untuk pemetaan laut masih kurang lengkap dan banyak versinya, maka kami sepakati untuk membuat satu versi yang lengkap," katanya.

Baca juga: KKP Tawarkan 3 Inovasi Riset Guna Wujudkan Program Citarum Harum

Tujuh lembaga dan kementerian itu adalah Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pushidros TNI-AL, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Dengan adanya peta laut yang terintegrasi maka penanganan serta pengawasan kelautan lebih mudah dan akurat dalam antisipasi permasalahan. Selain itu, jika ada kendala mengenai kelautan maka pihak serta alur penanganannya akan lebih jelas untuk dilakukan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: