Pemerintahan Federal Amerika Kembali Beroperasi, Ini Efeknya ke Dolar

ilustrasi (setkab)ilustrasi (setkab)

Pantau.com  Nilai tukar dolar Amerika Serikat (US$), mengurangi kerugian terhadap mata utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB, 23/1/2018). Hal tersebut menyusul kabar penghentian shutdown atau mulai beroperasi kembalinya pemerintahan federal Amerika pascashutdown pada Sabtu (20/1/2018).

Tercatat, indeks dolar Amerika yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,18% menjadi 90,405 pada pukul 15.00 (20.00 GMT), setelah sebelumnya sempat jatuh ke posisi 90,155 di awal sesi. 

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi US$1,2257 dari US$1,2235 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi US$1,3982 dari 1,3875 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi US$0,8012 dari US$0,8002.

Dolar Amerika dibeli 110,99 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,62 yen pada sesi sebelumnya. Selanjutnya, dolar Amerika naik menjadi 0,9625 franc Swiss dari 0,9618 franc Swiss, dan di sisi lainnya turun menjadi 1,2457 dolar Kanada dari 1,2482 dolar Kanada.

Sementara itu Bank Indonesia mencatat kurs tengah antara dolar Amerika dan rupiah pada penutupan perdagangan Senin (22/1/2018, WIB) tercatat Rp13.334 per dolar Amerika atau melemah sedikit dari posisi sehari sebelumnya Rp13.331 per dolar Amerika.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti