Pencurian Ikan Ditekan, Ekspor Perikanan Indonesia Disebut Melambung

Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Pantau.com/Fery Heryadi)Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat secara akumulasi 2014-2017, pemerintah melalui pihaknya melakukan penanganan 1.415 awak kapal penangkap ilegal di perairan Indonesia. Dari jumlah tersebut, 749 awak kapal telah dipulangkan ke negara asalnya. 

   

Di sisi lain KPP mencatat terdapat pertumbuhan nilai ekspor komoditas perikanan Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, nilainya melampaui pertumbuhan nilai ekspor komoditas perikanan Tiongkok.  

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo mengatakan dibandingkan dengan beberapa negara pesaing seperti Tiongkok, Thailand, Vietnam, dan Filipina, tren pertumbuhan nilai ekspor dan neraca perdagangan Indonesia meningkat lebih tinggi selama periode 2012-2016. Tercatat pertumbuhan nilai ekspor naik 2,31% per tahun dalam periode 2012-2016 dan pertumbuhan neraca perdagangannya naik 2,67% per tahun.

Sementara pertumbuhan nilai ekspor Tiongkok pada periode yang sama naik 2,29% per tahun. Neraca perdagangan negara itu naik hanya sebesar 0,60% per tahun. Dibandingkan dengan sesama negara di Asia Tenggara (ASEAN) ekspor Indonesia juga lebih besar di mana Vietnam, nilai ekspor hanya 1,45% per tahun serta neraca perdaganganya malah turun 15,14% per tahun. Begitu pula jika dibandingka dengan Filipina, nilai ekspornya naik 0,32% per tahun dan neraca perdagangannya turun 6,75% per tahun.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti