Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Penghasil Minyak Utama Dunia Pertimbangkan Pangkas Produksi Lagi

Headline
Penghasil Minyak Utama Dunia Pertimbangkan Pangkas Produksi Lagi Kilang minyak Ras Tanura dan terminal Saudi Aramco di Arab Saudi (Foto: Reuters)

Pantau.com - Sejumlah negara penghasil minyak utama akan mempertimbangkan pengurangan produksi lagi dalam pertemuan minggu ini, tapi para analis tidak yakin langkah itu akan bisa menaikkan harga minyak mentah yang terganggu oleh perang dagang Amerika-China.

Kelompok negara pengekspor minyak OPEC dan penghasil minyak non-OPEC berusaha menghentikan kemerosotan harga minyak, walaupun telah diadakan pengurangan produksi dan terhentinya pasokan minyak Iran dan Venezuela karena sanksi-sanksi yang dilancarkan Amerika.

Kata para analis, OPEC dan komite pemantau tingkat menteri yang akan bersidang hari Kamis (12/9/2019) di Abu Dhabi tidak punya banyak pilihan.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Raja Salman Ganti Menteri Energi dengan Putranya

Menteri Energi Emirat Persatuan Arab Suheil al-Mazrouei mengatakan hari Minggu (8 September 2019), OPEC akan melakukan apapun yang perlu untuk menstabilkan harga minyak, tapi mengakui isu itu tidak sepenuhnya tergantung pada OPEC sendiri.

Mazrouei mengatakan, walaupun sidang hari Kamis itu akan mempertimbangkan pengurangan produksi lebih lanjut, itu bukan cara terbaik untuk menopang harga minyak yang terus turun.

"Saya tidak mengusulkan supaya kita langsung memangkas produksi tiap kali terjadi ketegangan perdagangan," ujarnya dilansir VOA.

Kata para analis, pengurangan produksi bisa membantu mempertahankan harga minyak, tapi itu juga berarti para produsen akan kehilangan pangsa pasar.

Baca juga: Gagal Pengiriman 737 MAX, Boeing Juga Tunda Uji Beban Pesawat Baru 777X

OPEC secara tradisional melakukan pengurangan produksi untuk menaikkan harga minyak, kata MR Raghu, kepala bagian riset Kuwait Financial Center. Katanya, ini mengakibatkan turunnya pangsa pasar OPEC dari 35 persen tahun 2012, menjadi 30 persen pada bulan Juli tahun ini.

Faktor penting kemerosotan harga minyak itu dipicu oleh sengketa perdagangan antara Amerika dan China, yang telah menciptakan ketakutan akan resesi global yang pada gilirannya akan mengurangi permintaan akan minyak.

Kata pakar ekonomi Arab Saudi, Fadhil al-Bouenain, pasar minyak dunia sangat peka terhadap perang dagang Amerika dan China.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: