Pantau Flash
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!
Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Polisi Turun Tangan
Pesan Khusus Sri Sultan HB X kepada Ridwan Kamil Sangatlah Bijak
BNPB Sebut Pengungsi Erupsi Semeru Meningkat Jadi 3.657 Orang

Penghasil Minyak Utama Dunia Pertimbangkan Pangkas Produksi Lagi

Headline
Penghasil Minyak Utama Dunia Pertimbangkan Pangkas Produksi Lagi Kilang minyak Ras Tanura dan terminal Saudi Aramco di Arab Saudi (Foto: Reuters)

Pantau.com - Sejumlah negara penghasil minyak utama akan mempertimbangkan pengurangan produksi lagi dalam pertemuan minggu ini, tapi para analis tidak yakin langkah itu akan bisa menaikkan harga minyak mentah yang terganggu oleh perang dagang Amerika-China.

Kelompok negara pengekspor minyak OPEC dan penghasil minyak non-OPEC berusaha menghentikan kemerosotan harga minyak, walaupun telah diadakan pengurangan produksi dan terhentinya pasokan minyak Iran dan Venezuela karena sanksi-sanksi yang dilancarkan Amerika.

Kata para analis, OPEC dan komite pemantau tingkat menteri yang akan bersidang hari Kamis (12/9/2019) di Abu Dhabi tidak punya banyak pilihan.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Raja Salman Ganti Menteri Energi dengan Putranya

Menteri Energi Emirat Persatuan Arab Suheil al-Mazrouei mengatakan hari Minggu (8 September 2019), OPEC akan melakukan apapun yang perlu untuk menstabilkan harga minyak, tapi mengakui isu itu tidak sepenuhnya tergantung pada OPEC sendiri.

Mazrouei mengatakan, walaupun sidang hari Kamis itu akan mempertimbangkan pengurangan produksi lebih lanjut, itu bukan cara terbaik untuk menopang harga minyak yang terus turun.

"Saya tidak mengusulkan supaya kita langsung memangkas produksi tiap kali terjadi ketegangan perdagangan," ujarnya dilansir VOA.

Kata para analis, pengurangan produksi bisa membantu mempertahankan harga minyak, tapi itu juga berarti para produsen akan kehilangan pangsa pasar.

Baca juga: Gagal Pengiriman 737 MAX, Boeing Juga Tunda Uji Beban Pesawat Baru 777X

OPEC secara tradisional melakukan pengurangan produksi untuk menaikkan harga minyak, kata MR Raghu, kepala bagian riset Kuwait Financial Center. Katanya, ini mengakibatkan turunnya pangsa pasar OPEC dari 35 persen tahun 2012, menjadi 30 persen pada bulan Juli tahun ini.

Faktor penting kemerosotan harga minyak itu dipicu oleh sengketa perdagangan antara Amerika dan China, yang telah menciptakan ketakutan akan resesi global yang pada gilirannya akan mengurangi permintaan akan minyak.

Kata pakar ekonomi Arab Saudi, Fadhil al-Bouenain, pasar minyak dunia sangat peka terhadap perang dagang Amerika dan China.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: