Penjelasan OJK Soal Pencabutan Izin AXA Life Indonesia

ilustrasi (kominfokepriprovgoid)ilustrasi (kominfokepriprovgoid)

Pantau.com Otoritas Jasa Keuangan menyatakan penggabungan PT AXA Life Indonesia (ALI) dengan PT AXA Financial Indonesia (AFI) tidak membuat perubahan terkait manfaat, besaran premi atau ketentuan khusus untuk masing-masing produk asuransi keduanya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan, proses penggabungan itu juga tidak mempengaruhi bisnis dan pertanggungan asuransi kelompok usaha AXA Group seperti PT AXA Mandiri Financial Services, PT Mandiri AXA General Insurance, dan PT Asuransi AXA Indonesia.

Soal pengalihan kontrak asuransi, seperti dikutip laman Antara, AXA Life Indonesia telah memberitahukan setiap pemegang polis terhitung sejak tanggal efektif penggabungan. Seluruh hubungan hukum dalam kontrak asuransi antara AXA Life Indonesia dan pemegang polis beralih kepada AXA Financial Indonesia.

Sementara itu, Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo dalam keterangan pers mengatakan, penggabungan tersebut sehubungan dengan ketentuan UU 40 tahun 2014 tentang Perasuransian.

Ia menjelaskan, pasal 16 ayat 1 undang-undang itu mengatur setiap pihak hanya dapat menjadi pemegang saham pengendali pada satu perusahaan asuransi jiwa, satu perusahaan asuransi umum dan satu perusahaan reasuransi. Selain itu, satu perusahaan asuransi jiwa syariah, satu perusahaan asuransi umum syariah dan satu perusahaan reasuransi syariah atau single presence policy.

Tim Pantau