Pantau Flash
Polisi Siapkan Skenario One Way-Contraflow Antisipasi Libur Panjang
Total Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Mencapai 392.934 per 26 Oktober
Presiden Jokowi Minta Pengadaan Vaksin COVID-19 Tidak Tergesa-gesa
Ada Rencana Aksi Demo saat Libur Panjang 28-30 Oktober 2020
BPPTKG: Waktu Erupsi Gunung Merapi Semakin Dekat

Penjualan Robot Industri di Tahun 2018 Catat Rekor, China Masih Pertama

Headline
Penjualan Robot Industri di Tahun 2018 Catat Rekor, China Masih Pertama Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Nilai penjualan global robot industri mencapai rekor 16,5 miliar euro (18,2 miliar dolar AS) pada 2018, Federasi Robotika Internasional (IFR) mengumumkan di Frankfurt, Jerman, Rabu (18/9/2019).

Sebanyak 422.000 robot industri dijual pada 2018, peningkatan enam persen dari tahun ke tahun, menurut IFR.

"Kami melihat kinerja yang dinamis pada 2018 dengan rekor penjualan baru, bahkan ketika pelanggan utama untuk robot industri otomotif dan elektronik mengalami tahun yang sulit," kata Presiden IFR Junji Tsuda.

Pada 2019, bagaimanapun, federasi mengharapkan penjualan global akan "surut" dari tingkat rekor yang dicapai pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Catat Sejarah! Kenya Jadi Pengekspor Minyak ke China

Setelah mengalami sedikit kemunduran di tahun ini, pasar robot industri diantisipasi oleh IFR untuk pulih dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 12 persen antara tahun 2020 dan 2022.

"Prospek jangka panjang IFR menunjukkan bahwa tren otomatisasi yang sedang berlangsung dan perbaikan teknis yang berkelanjutan akan menghasilkan perkiraan volume penjualan sekitar 584.000 unit pada 2022," kata Tsuda.

Sementara itu volume penjualan global robot industri terus meningkat pada 2018, pasar robot industri terbesar China mengalami sedikit penurunan satu persen dalam jumlah robot industri yang baru dipasang. Secara total, sekitar 154.000 unit dipasang di China pada 2018.

Namun, China tetap menjadi pasar terbesar untuk solusi robot industri dengan pangsa 36 persen dari instalasi robot dunia pada 2018, diikuti oleh Jepang dan Amerika Serikat.

Produsen robot industri China telah meningkatkan pangsa pasar mereka sebesar lima persen menjadi lebih dari seperempat, sementara pangsa pemasok lain menurun.

Baca juga: The Fed Turukan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Menguat

Penjualan robot industri di AS naik 22 persen menjadi 55.000 unit pada 2018, menandai peningkatan delapan tahun berturut-turut, menurut IFR.

"Penggerak pertumbuhan semua industri manufaktur di AS telah menjadi tren berkelanjutan untuk mengotomatisasi produksi guna memperkuat industri AS di pasar domestik dan global," kata IFR.

Jerman adalah pasar robot industri terbesar ke-5 di dunia. Pada 2018, jumlah robot yang terjual di Jerman meningkat menjadi hampir 27.000 unit, rekor sepanjang masa. Sebagian besar robot ini dipasang oleh industri otomotif Jerman.

Dalam hal kepadatan robot industri, Jerman berada di posisi ketiga dengan 338 instalasi per 10.000 karyawan. Ekonomi terbesar Eropa itu hanya dikalahkan oleh Singapura dan Republik Korea masing-masing dengan 831 dan 774 robot per 10.000 karyawan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: