Pantau Flash
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta
Bertambah 12.568, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 939.948 per 20 Januari

Perang Dagang AS-China Berimbas ke Petani Kedelai

Perang Dagang AS-China Berimbas ke Petani Kedelai Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perang dagang yang digaungkan oleh Amerika Serikat dengan China jelas membuat banyak pihak menjadi korban. Australia adalah negara yang sedang 'galau' nih gara-gara impor kedelai dari Amerika Serikat.

Data dari Departemen Pertanian Australia menunjukkan sudah adanya delapan izin yang dikeluarkan untuk impor kedelai di tahun 2019 saja, sementara di tahun 2018 hanya tiga dan juga tiga di tahun 2017.

Baca juga: YLKI Sarankan Hapus Kelas BPJS Kesehatan, Iuran Non PBI Rp60.000

Para petani kedelai di Australia saat ini mencari pasar baru. Hampir 95 persen produksi kedelai AS adalah produk yang dimodifikasi secara genetika (GM), sementara meereka yang di Australia lebih menghendaki produk alami, dan bukan produk GM.

"Kedelai yang kami cari adalah yang non-GM, kalau bisa organik, dan jenis yang cocok untuk susu kedelai, tepung, tempe dan tahu." kata Nick Goddard.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni