Pantau Flash
Pesan Penuh Haru Pangeran William-Midleton di Tengah Pandemi Korona
Ibu Kota Rusia Moskow Nyatakan Lockdown Hadapi Pandemi COVID-19
Alex Marquez Juara Balapan Virtual MotoGP Seri Pertama
Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan di DKI Jakarta
Musisi Country 90-an, Joe Diffie Meninggal Dunia Akibat Korona

Perang Dagang Berimbas pada Turunnya Harga Minyak Mentah RI

Perang Dagang Berimbas pada Turunnya Harga Minyak Mentah RI Off Shore (Foto: Instagram/Kementerian ESDM)

Pantau.com -Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok mempengaruhi rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Agustus 2019.

Terdapat penurunan sebesar USD4,05 per barel dari bulan sebelumnya sehingga ICP Agustus 2019 ditetapkan sebesar 57,26 per barel.

"Pengumuman Presiden Amerika Serikat atas tarif impor baru untuk sisa barang dan jasa Tiongkok senilai USD 300 miliar dan penurunan nilai mata uang Tiongkok terhadap dolar AS berdampak pada kekhawatiran atas lambatnya ekonomi global. Tentu, ini berujung pada anjloknya harga minyak mentah dunia," jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: 40 Persen Produksi Migas Nasional Dikelola Pertamina

Estimasi pertumbuhan ekonomi global, sambung Agung, mengalami penurunan sebesar 0,1 persen menjadi 3,1 persen berdasarkan publikasi yang dirilis oleh OPEC Monthly Oil Market Report (MOMR). Dalam laporan yang sama, tercatat peningkatan suplai minyak mentah dunia bulan Juli 2019 dibandingkan bulan Juni 2019 sebesar 230 ribu bph menjadi 98,71 juta barel per hari yang dipicu oleh peningkatan produksi dari negara-negara Non OPEC.

Sementara itu, publikasi International Energy Agency (IEA) menyebutkan peningkatan stok minyak mentah komersial negara-negara OECD sebesar 31,8 juta barel pada Juni 2019 dibandingkan bulan sebelumnya dan lebih tinggi 66,9 juta barel dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan impor minyak mentah Jepang sebesar 265 ribu barel per hari (eq. 9 persen) menjadi 2,8 juta barel per hari dan India sebesar 340 ribu barel per hari (eq. 8 persen) menjadi 4,1 juta barel per hari.

Baca juga: Pertamina Lakukan Pengeboran 5 Sumur Eksplorasi Semester I-2019

Faktor lainnya, perlambatan ekonomi India yang nampak terjadi akibat penurunan suku bunga oleh Bank of India sebesar 0,35 poin pada bulan Agustus 2019.

Penurunan serupa juga dialami ICP SLC sebesar USD 4,01 per barel dari USD 61,98 per barel menjadi USD 57,97 per barel. Secara umum, penurunan ICP dilatarbelakangi oleh perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Agustus 2019 dibandingkan bulan Juli 2019 yang mengalami penurunan menjadi sebagai berikut :

- Dated Brent turun sebesar USD5,04 per barel dari USD64,04 per barel menjadi USD59,00 per barel.

- WTI (Nymex) turun sebesar USD2,71 per barel dari USD57,55 per barel menjadi USD54,84 per barel.

- Basket OPEC turun sebesar USD 5,11 per barel dari USD64,71 per barel menjadi USD59,60 per barel.

- Brent (ICE) turun sebesar USD4,71 per barel dari USD64,21 per barel menjadi USS59,50 per barel.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: