Pantau Flash
Arab Saudi Berhentikan Sementara Pelayanan Umrah Gara-gara Korona
'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang' Jadi Sorotan Media Internasional
Bayern Munchen Rilis Jersey Khusus Peringati Hari Jadi ke-120
Stadion Klabat Jadi Kandang Persipura di Liga 1 Musim 2020
Zidane: Guardiola Pelatih Terbaik Dunia

Perjanjian Perdagangan Bebas RI-Australia Jadi Sorotan

Perjanjian Perdagangan Bebas RI-Australia Jadi Sorotan Perjanjian perdagangan bebas Australia - Indonesia ((IA CEPA) ditandatangani Menteri Perdagangan kedua negara pada 4 Maret 2019 di Jakarta. Perjanjian ini memerlukan ratifikasi parlemen masing-masing sebelum diberlakuklan. (Foto: AP)

Pantau.com - Pemimpin Oposisi Australia Anthony Albanese berkunjung ke Jakarta hari Senin (26/8/2019), menandai perjalanan pertamanya keluar negeri sejak memimpin Partai Buruh. Namun di dalam negeri dia mendapat tekanan untuk mendukung ratifikasi perjanjian perdagangan bebas kedua negara.

"Hubungan kita dengan Indonesia itu sesuatu yang mutlak," ujar Albanese seperti dilaporkan kantor berita AAP.

Menurut dia, menjadikan Indonesia sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertamanya, menunjukkan betapa pentingnya posisi tetangga terdekat Australia ini bagi Partai Buruh yang beroposisi.

Dalam kunjungan ini dia didampingi Menlu (bayangan) Penny Wong dan anggota DPR Luke Gosling, yang ditugasi menangani hubungan ekonomi dengan Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Timor-Leste.

Baca juga: Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Kaya Migas dan Sumber Daya Alam

Sementara itu Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mendesak oposisi untuk mendukung ratifikasi perjanjian perdagangan bebas kedua negara, yang akan dilakukan di parlemen akhir tahun ini.

Perjanjian perdagangan bebas Australia-Indonesia (IA CEPA) telah ditandatangani menteri perdagangan kedua negara pada 4 Maret 2019 di Jakarta. Namun perjanjian ini memerlukan ratifikasi parlemen masing-masing negara sebelum bisa diberlakukan.

Perjanjian yang disepakatai ini secara bertahap akan menghapuskan hingga 94 persen tarif yang mencakup 99 persen dari produk perdagangan Australia.

"Petani Australia akan diuntungkan dari kesepakatan ini. Produsen biji-bijian, ternak dan daging, susu dan hortikultura semuanya akan diuntungkan oleh tarif lebih rendah dan akses lebih baik ke pasar Indonesia," ujar Menteri Birmingham seperti dikutip Australian Financial Review (AFR).

Dia mengatakan perjanjian itu akan memberikan lebih banyak pilihan pasar bagi petani dan pengusaha Australia.

Kalangan pabrik baja, industri ternak dan daging, serta industri tambang di Australia secara terbuka telah menyatakan dukungan bagi perjanjian itu.

Baca juga: Uang Pas-pasan? 5 Kota di Indonesia Ini Tawarkan Biaya Hidup Paling Murah

Oposisi Australia sendiri menunjukkan komitmennya bagi peningkatan hubungan perdagangan dengan negara-negara tetangga terdekatnya.

Sejak mengambilalih kepemimpinan Partai Buruh dari Bill Shorten pasca kekalahan Pemilu, Anthony Albanese telah membentuk satuan tugas perdagangan regional yang dipimpin Luke Gosling.

Namun di internal oposisi masih ada sikap "wait and see" terkait ratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia.

AFR melaporkan, Menteri Perdagangan (bayangan) Madeleine King pekan lalu menyatakan pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan para pemangku kepentingan.

"Kami akan mendengar kekhawatiran dari sejumlah pihak terkait dengan perjanjian perdagangan ini sebelum membuat keputusan," katanya.

Parlemen Australia telah membentuk komite untuk meratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia. Setelah disetujui oleh komite, proses voting akan digelar sebelum Natal tahun ini.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: