Pantau Flash
Hasil Survei: Ahok Unggul Atasi Banjir-Macet Ketimbang Anies
Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020
Andre Rosiade Grebek Prostitusi Online, Gerindra: Itu Tidak Salah
5.518 SPBU Akan Dipasang Digital Nozzle
Menko Luhut Beberkan Upaya Indonesia Tekan Defisit Perdagangan

Pertama Kali Terjadi, Qantas Uji Penerbangan Non Stop 19 Jam

Pertama Kali Terjadi, Qantas Uji Penerbangan Non Stop 19 Jam Maskapai Qantas (Foto: Getty Image)

Pantau.com - Qantas akan menjalankan layanan uji coba penerbangan 19 jam yang direncanakan untuk menentukan apakah penumpang dan awak dapat bertahan dalam perjalanan maraton. Maskapai ini ingin mengoperasikan layanan non-stop dari Sydney ke London dan New York pada 2022.

Jika diluncurkan, layanan tersebut akan menjadi penerbangan langsung terpanjang di dunia. Penerbangan uji coba akan dimulai akhir tahun ini, masing-masing membawa hingga 40 penumpang yang kesehatannya akan dipantau dalam perjalanan.

Kepala eksekutif Qantas, Alan Joyce, mengatakan penerbangan langsung dari pantai timur Australia ke London dan New York mewakili perbatasan akhir dalam penerbangan.

"Terbang dengan sangat lama menghadirkan banyak pertanyaan yang masuk akal tentang kenyamanan dan kesejahteraan penumpang dan awak," kata Mr Joyce dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Pendapatan Lulusan Sekolah Kejuruan Tak Kalah Tinggi dari Lulusan Sarjana

Dilansir BBC, maskapai itu mengatakan penerbangan non-stop dari New York dan London ke Sydney akan memakan waktu sekitar 19 jam masing-masing, tergantung pada kondisi angin dan cuaca.

Ini akan melakukan tiga penerbangan uji dan peserta  terdiri dari kru dan karyawan Qantas akan dilengkapi dengan perangkat teknologi yang dapat dikenakan.

Pola tidur, bersama dengan konsumsi makanan dan minuman, akan dilacak untuk menentukan dampaknya terhadap kesehatan dan jam tubuh.

Penerbangan akan berjalan menggunakan Boeing 787-9s. Maskapai itu mengatakan akan membuat keputusan apakah akan memulai penerbangan pada akhir tahun ini.

Baca juga: Raup Ratusan Miliar, Pajak Atta Halilintar Bisa Buat Beli Rumah Mewah

Penerbangan terpanjang


Persaingan di pasar penerbangan jarak jauh telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan berbagai maskapai terbang dengan rute yang diperpanjang.

Singapore Airlines meluncurkan perjalanan hampir 19 jam dari Singapura ke New York tahun lalu, yang saat ini merupakan penerbangan komersial terpanjang di dunia.

Tahun lalu, Qantas memulai layanan non-stop 17 jam dari Perth ke London, sementara Qatar menjalankan layanan 17,5 jam antara Auckland dan Doha.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: