Pantau Flash
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19
Waketum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia
Kasus Positif COVID-19 per 7 Agustus Melonjak 2.473 dengan Total 121.226

Pertamina Upayakan Nozzle Digital, Hiswana Migas: Umur SPBU Tua

Pertamina Upayakan Nozzle Digital, Hiswana Migas: Umur SPBU Tua Pengisian BBM (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Untuk melakukan pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), PT Pertamina terus melakukan beberapa upaya salah satunya yakni dengan sistem nozzle digital. 

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid menjelaskan, saat ini 5518 SPBU, untuk pemasangan instalasinya sudah selesai. Kemudian pemasangan sensor di tangki juga selesai. 

"Kita bisa memonitor berapa SPBU yang dibeli, ditebus, BBM yang ditebus dan berapa yang dijual, berapa sisa stoknya. Selama ini stok habis kita tidak tahu, nah nanti menjelang stok menipis, dari terminal BBM akan mengisi," ungkapnya dalam konpresi pres pengendalian kuota jenis bahan minyak tertentu, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Kendaraan Angkut Hasil Tambang dan Perkebunan Dilarang Gunakan BBM Subsidi

Tak hanya soal memasang alat ditangki, rupanya digitalisasi ini nantinya juga berintegrasi dengan sistem pembayaran LinkAja. Dompet digital plat merah ini diharapkan bisa mendeteksi siapa saja pembeli BBM di SPBU. Rencananya Pertamina di tahun 2020 sudah bisa mendeteksi plat kendaraan mana saja yang mengkonsumsi BBM bersubdisi. 

"2020 kita akan masuk nomor kendaraan, saya udah minta database nomor kendaraan, itu akan integrasikan," ungkapnya.

Baca juga: Pertamina Kebut 8 Proyek Pengurasan Minyak Tahap Lanjut

Namun tak semuanya mulus, Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Rachmad Muhamad menjelaskan, tak semua SPBU mendukung. Ia menjelaskan, banyak pengusaha SPBU yang memang membangun usahanya sudah lama sehingga ada beberapa hal yang belum support dengan program nozzle digital tersebut.

"Umur SPBU tua, baik dari bangunan ataupun nozzle, di daerah mesinnya masih sangat kuno. Dari sisi SPBU juga omzetnya kecil juga berat. Ini salah satu kendala untuk meyeregamkan SPBU," jelasnya. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: