Pantau Flash
Mantap! DKI Jakarta Catat Angka Kesembuhan Harian Covid-19 Tertinggi
Wagub DKI Jakarta Rangkul Ormas untuk Jaga Stabilitas Ibu Kota, Sebut Bentuk Kolaborasi dengan Pemerintah
Pemerintah Turunkan Harga PCR Rp275 Ribu, Langsung Berlaku Mulai Hari Ini
Ribuan Ormas di Jakarta Deklarasikan Diri untuk Amankan Ibu Kota pada Pemilu 2024
Sah! Harga PCR Resmi Turun Jadi Rp275 Ribu, di Luar Jawa-Bali Rp300 Ribu

Pertanian Indonesia Berubah dan Jadi Sorotan

Headline
Pertanian Indonesia Berubah dan Jadi Sorotan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Saat ini persebaran alat mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu program kerja dari Kementerian Pertanian. Tak hanya itu pembagian benih unggul juga dibagikan secara merata.

Melihat hal tersebut, Perhimpunan Teknik Pertanian (Peterta) memberikan penghargaan Peterta Award kepada Menteri Pertanian (Mentan) Anda Amran Sulaiman sebagai penggerak pertanian modern berbasis mekanisasi. Penghargaan ini diberikan dalam acara konferensi Internasional yang digelar di IPB Convention Center, Bogor, Senin (14/10/2019).

"Kita tahu bahwasanya Pak Amran ini sangat konsen terhadap perkembangan mekanisasi pertanian. Kita juga tahu bahwa selama kepemimpinan beliau di Kementerian Pertanian (Kementan, red) sangat kuat dalam mendorong modernisasi. Saya kira beliau pantas diberi penghargaan ini," ujar Ketua Peterta, Desrial, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Palapa Ring Diharapkan Bisa Perkuat Perdagangan dan Perbaiki Birokrasi

Beberapa produksi pangan Indonesia juga naik dua kali lipat kita meningkat berlipat-lipat. Apresiasi serupa juga datang dari peserta konferensi asal Negara Ghana bernama Courage.

Kata dia, saat ini Indonesia mampu mengembangkan teknologi pertanian secara masif dan mengubah wajah tradisional menjadi modern. Perubahan ini perlu diadopsi oleh negara-negara berbasis pertanian di seluruh dunia. "Saya pikir ini kemajuan yang sangat luar biasa ya. Perubahan ini bagus jika diadopsi oleh negara-negara berbasis pertanian," tukasnya.

Untuk diketahui, Konferensi Internasional ini dihadiri sejumlah delegasi negara-negara besar seperti Jepang dan Ghana.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: