Pantau Flash
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020

Pertanian Indonesia Berubah dan Jadi Sorotan

Headline
Pertanian Indonesia Berubah dan Jadi Sorotan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Saat ini persebaran alat mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu program kerja dari Kementerian Pertanian. Tak hanya itu pembagian benih unggul juga dibagikan secara merata.

Melihat hal tersebut, Perhimpunan Teknik Pertanian (Peterta) memberikan penghargaan Peterta Award kepada Menteri Pertanian (Mentan) Anda Amran Sulaiman sebagai penggerak pertanian modern berbasis mekanisasi. Penghargaan ini diberikan dalam acara konferensi Internasional yang digelar di IPB Convention Center, Bogor, Senin (14/10/2019).

"Kita tahu bahwasanya Pak Amran ini sangat konsen terhadap perkembangan mekanisasi pertanian. Kita juga tahu bahwa selama kepemimpinan beliau di Kementerian Pertanian (Kementan, red) sangat kuat dalam mendorong modernisasi. Saya kira beliau pantas diberi penghargaan ini," ujar Ketua Peterta, Desrial, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Palapa Ring Diharapkan Bisa Perkuat Perdagangan dan Perbaiki Birokrasi

Beberapa produksi pangan Indonesia juga naik dua kali lipat kita meningkat berlipat-lipat. Apresiasi serupa juga datang dari peserta konferensi asal Negara Ghana bernama Courage.

Kata dia, saat ini Indonesia mampu mengembangkan teknologi pertanian secara masif dan mengubah wajah tradisional menjadi modern. Perubahan ini perlu diadopsi oleh negara-negara berbasis pertanian di seluruh dunia. "Saya pikir ini kemajuan yang sangat luar biasa ya. Perubahan ini bagus jika diadopsi oleh negara-negara berbasis pertanian," tukasnya.

Untuk diketahui, Konferensi Internasional ini dihadiri sejumlah delegasi negara-negara besar seperti Jepang dan Ghana.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: