Pantau Flash
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon
Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Bertambah, Kini Total 6.240

Perusahaan Pembersih Lantai Marah Dikaitkan Dengan Pembuat Opioid

Perusahaan Pembersih Lantai Marah Dikaitkan Dengan Pembuat Opioid Fisk Johnson, Ketua dan CEO SC Johnson (Foto: AP For SC Johnson)

Pantau.com - Pimpinan perusahaan S.C. Johnson di Wisconsin yang memproduksi cairan pengkilap lantai, penyegar ruangan, dan pembersih kamar mandi, mengancam akan menuntut Oklahoma karena menyebut slogan dagangnya sebagai "Perusahaan Keluarga (A Family Company)."

Fisk Johnson mengatakan Jaksa Agung negara bagian Oklahoma, Mike Hunter, berkali-kali menggunakan istilah itu untuk merujuk pada Johnson & Johnson - perusahaan obat yang terbukti bersalah memicu krisis kecanduan opioid negara bagian tersebut dan Senin (26/8) memerintahkan perusahaan itu untuk membayar $572 juta atau Rp 8,16 triliun.

Baca juga: Perusahaan Pengkilap Lantai Marah Dikaitkan Dengan Pembuat Opioid

Hunter muncul di televisi, Senin (26/8), dan menyatakan tindakan J&J "tidak konsisten dengan semua pernyataan hebatnya sebagai perusahaan keluarga."

"Saya sudah menulis kepada Anda pada beberapa kesempatan. 'A Family Company' adalah istilah dari S.C. Johnson, bukan Johnson & Johnson," tulis Fisk Johnson dalam suratnya kepada Hunter. "Namun mengejutkan dan sangat keterlaluan anda kembali muncul di televisi nasional menyebarkan informasi yang salah ini. Tidak ada alasan untuk melakukannya."

Fisk Johnson mengatakan penyalahgunaan slogan itu bisa membuat orang percaya bahwa perusahaannya yang tidak membuat obat-obatan dan tidak memiliki hubungan dengan Johnson & Johnson dikaitkan dengan opioid. Ia mengancam akan membawa kantor jaksa agung Oklahoma ke pengadilan jika tidak mencabut pernyataan itu.

Baca juga: Duh! Rostec Rusia Minta Pengembalian Uang Pembelian Boeing 737 MAX

Sejauh ini belum ada reaksi dari Hunter. Johnson & Johnson adalah perusahaan pertama yang diadili karena memasarkan opioid sebagai "obat ajaib" bagi dokter, perawat dan pemberi resep lainnya.

Hakim memerintahkan perusahaan itu untuk membayar Oklahoma $572 juta untuk membantu negara merawat pasien.

Pengacara J&J berpendapat klaim perusahaan mengenai obat penghilang rasa sakitnya didukung oleh ilmu pengetahuan dan mengajukan banding atas putusan hakim itu.

Pejabat kesehatan federal mengatakan kecanduan dan overdosis obat penghilang rasa sakit sintetis telah menewaskan hampir 400.000 orang di seluruh Amerika sejak 1999.


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: