Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Perusahaan Susu China Bidik Indonesia sebagai Basis Produksi

Perusahaan Susu China Bidik Indonesia sebagai Basis Produksi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia bertemu dengan perusahaan susu nomor satu di China, yakni Yili. (Foto: ANT)

Pantau.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, bertemu dengan perusahaan susu nomor satu di China, yakni Yili, yang mengaku ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi makanan dan minuman olahan susu.

Bahlil Lahadalia bertemu dengan Chairman Yili Group Pan Gang di sela rangkaian acara World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss.

"Saya sangat menghargai upaya Yili Group untuk berinvestasi di Indonesia. Saya mengundang Yili untuk masuk ke Indonesia. Sebab saat ini sudah banyak kemudahan yang diberikan pemerintah bagi investor," kata Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Jangan Kaget! Ternyata Begini Kebijakan China Bagi Perusahaan Asing


Selain dikenal sebagai perusahaan susu terbesar di Asia, Yili juga merupakan produsen minuman dan makanan terbesar di China. Yili telah memiliki jaringan rantai pasok global, sistem inovasi, dan jaringan pemasaran di Asia, Eropa dan Oceania.

"Produk utama Yili adalah berbahan dasar susu seperti susu instan, es krim, bubuk milk tea, susu steril, dan susu organik. Jika ada kemungkinan, itu adalah kehormatan besar bagi kami untuk mengembangkan dan meneliti di Indonesia," ujar Gang.

Mendengar tawaran BKPM, Yili menyatakan siap menjadikan Indonesia basis investasi utama produk susu dan makanannya di ASEAN. Tak tanggung-tanggung, perusahaan tersebut siap membangun industri es krim terbesar di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Pede di Tengah Kondisi Ekonomi Global yang Tak Pasti


"Atas rayuan Bapak Kepala, kami akan banyak kulkas untuk mendukung penjualan es krim. Yili sendiri merupakan penjual es krim nomor satu di China. Saat ini kami sudah beli lahan di Indonesia. Mendengar godaan Bapak Kepala BKPM atas kebijakan perizinan yang sudah tersentralisasi, kami jadi semangat berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Tak hanya es krim, Gang mengaku pihaknya juga akan memproduksi yoghurt dan pusat penelitian. Ke depan, menurut dia, Indonesia sangat penting, sebab Yili menargetkan akan menjadi pemain lima besar dunia di industri susu.

Produk Yili sendiri telah masuk ke Indonesia dengan meluncurkan merek es krim Joyday. Pada 2014 Yili mendirikan pusat produksi susu terpadu dan terbesar di dunia yang berlokasi di Selandia Baru dengan investasi senilai 3 miliar yuan.




Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi