Pantau Flash
Siap-siap, Beli Ponsel di Atas Rp7 Juta dari Luar Negeri Wajib Daftar IMEI
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi

Petani Bima Uji Coba Tanam Bawang Putih di Dataran Rendah, Hasilnya?

Petani Bima Uji Coba Tanam Bawang Putih di Dataran Rendah, Hasilnya? Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Sukarman (kanan batik) (Foto: Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Di Indonesia,  bawang putih selama ini dikenal sebagai tanaman yang hanya cocok dikembangkan di daerah dataran tinggi. Tak mengherankan jika tanaman bawang putih banyak dijumpai di lereng-lereng gunung atau lahan dengan ketinggian diatas 800 m dpl.

Contoh di Jawa Tengah, bawang putih banyak dibudidayakan petani di lereng Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Slamet, Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Andong dan Gunung Merapi. Selain itu bawang putih juga banyak ditanam di lereng Gunung Gede Cianjur, Gunung Ciremai Majalengka, Gunung Rinjani Lombok Timur, Gunung Talang Solok, Gunung Arjuno Malang, Gunung Ijen Banyuwangi dan sebagainya. 

Seiring dengan gencarnya upaya pemerintah memacu produksi komoditas bawang putih di dalam negeri, petani bawang putih sekaligus penangkar benih Bima melakukan uji coba tanam bawang putih di dataran rendah. Langkah tersebut ditempuh untuk memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi komoditas yang kini lebih dari 95 persen masih dijejali dari produksi impor tersebut.

Terlebih dengan makin terbatasnya areal lahan produktif di dataran tinggi yang kebanyakan bersinggungan dengan kawasan konservasi. Kabupaten Bima NTB mencatatkan diri sebagai salah satu daerah yang berhasil mengembangkan bawang putih di dataran rendah.

Baca juga: Milenials Kepincut Usaha Ekspor Pertanian? Begini Cara Mengeksekusinya

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Sukarman, melakukan panen bawang putih bersama Bupati Bima di lahan ujicoba penanaman bawang putih dataran rendah di Desa Lido Kecamatan Belo Kabupaten Bima NTB (5/9/2019), menyebut berdasarkan uji coba di Bima, pengembangan bawang putih di dataran rendah memiliki prospek yang menjanjikan. 

"Ketinggian di daerah ini hanya 87 mdpl yang notabene tergolong dataran rendah. Namun ternyata, bawang putih varietas Sangga Sembalun bisa tumbuh bagus disini dan bahkan bisa berumbi normal. Ukuran umbinya juga lumayan besar," ujarnya.

Lebih lanjut, produktivitasnya bisa mencapai 8-9 ton bawang putih kering per hektare. Ini membuka peluang untuk diteliti atau diujicoba lebih lanjut di tempat lain. Menurut Sukarman, agroklimat di Kabupaten Bima secara umum memang cocok untuk budidaya aneka sayuran umbi khususnya bawang merah dan bawang putih.

"Terbukti, bawang merah terbaik kualitas ekspor selalu disuplai dari Bima dan sekitarnya. Saya optimis bawang putih Bima juga menyusul," katanya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Kepulauan Nusa Tenggara termasuk Bima, diberikan anugerah alam berupa tiupan angin muson Tenggara. Angin tersebut membawa massa udara dari Benua Australia yang sifatnya dingin dan kering.  Kondisi ini sangat cocok untuk pertumbuhan bawang putih, jelas Sukarman. 

"Jadi memang tidak semata-mata karena faktor dataran rendah," imbuhnya. 

Baca juga: Lahan Rawa di Sumatera Selatan Disulap, Produksi Padi Meningkat

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, memuji inovasi yang dilakukan petaninya mengembangkan bawang putih di dataran rendah. 

"Petani agar bisa mengatur pola tanam dan memperbaiki cara budidayanya agar lahan bawang Bima yang sangat potensial ini bisa bertahan ratusan tahun demi anak cucu nanti," kata Indah optimis. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Indra Jaya, mengatakan luas pertanaman bawang putih di wilayahnya dari Januari hingga September mencapai lebih dari 1.500 hektare yang ditanam melalui skema APBN, swadaya dan wajib tanam importir. Dari hasil pengubinan yang dilakukan pihaknya, produktivitas panen bawang putih dataran rendah Belo mencapai 16-20 ton/hektare basah atau sekitar 8-10 ton/hektare kering.

"Tidak jauh beda dengan bawang putih dataran tinggi. Ini artinya bawang putih dataran rendah sangat potensial dikembangkan di Bima," ujar Indra.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: