Pj Gubernur DKI Tetap Teruskan Program Kartu Prakerja Warisan Anies Baswedan

Headline
Pekerja menunjukkan Kartu Pekerja saat pendistribusian dan uji coba di Jakgrosir, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (31/12/2018). - (Foto: ANTARA/Putra Haryo Kurniawan)Pekerja menunjukkan Kartu Pekerja saat pendistribusian dan uji coba di Jakgrosir, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (31/12/2018). - (Foto: ANTARA/Putra Haryo Kurniawan)

Pantau – Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tetap meneruskan program warisan Anies Baswedan, yakni Kartu Prakerja Jakarta (KPJ) yang dinilai mampu tingkatkan kesejahteraan para pekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertransgi) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta perlu memerhatikan kesejahteraan warganya, khususnya para pekerja.

“Para pekerja adalah salah satu yang berjasa dalam menggerakkan roda perekonomian Jakarta, juga membangkitkan industri dari pandemi Covid-19. Untuk itu, program Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) akan terus dilanjutkan sebagai wujud komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam membantu memenuhi kebutuhan para pekerja di Jakarta,” kata Andri Yansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (18/11/2022).

Andri menambahkan, Program KPJ merupakan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh dengan cara meringankan biaya transportasi, pangan, hingga pendidikan bagi anak pekerja.

Selain itu juga, Andri menyebutkan bahwa kriteria penerima program Kartu Prakerja Jakarta (KPJ) sudah mengalami perubahan, misalnya dari yang mulanya hanya menerima UMP+ 10 persen, kini menjadi UMP+ 15 persen.

“KPJ diharapkan menjadi kebijakan solutif untuk meringankan beban para pekerja atau buruh di DKI Jakarta, bahkan kriteria penerima KPJ saat ini sudah meningkat dari yang awalnya berpenghasilan Upah Minimum Provinsi (UMP)+10 persen menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP) + 15% dan pada umumnya merupakan Kepala Keluarga (KK), serta menjadi pencari nafkah utama bagi keluarga,” jelasnya.

Program KPJ digagas bertujuan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para keluarga di Jakarta, dengan membantu mengurangi pengeluaran atau biaya hidup, sehingga perekonomian para pekerja dan buruh lebih sejahtera.

“Sebanyak 45.134 kartu telah kita distribusikan sejak tahun 2018 sampai dengan saat ini,” imbuhnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Khalied Malvino