Politik Dinilai Tidak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi, Asalkan…

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com – Pengamat Ekonomi Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Fachry Ali menilai perekonomian nasional akan berjalan kondusif selama pebisnis tidak melakukan intervensi dalam dunia politik. Tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4 persen. 


“Asal dunia bisnis tidak melakukan intervensi ke dalam dunia politik untuk menguntungkan dirinya, maka ekonomi akan aman. Politisi juga akan aman,” ujar Fachry Ali, Kamis (25/1/2018).


Fachry Ali meminta, pelaku bisnis dapat bersikap sesuai dengan kebijakan pemerintah. Dengan begitu, maka tahun politik tidak akan memberi dampak pada perekonomian, termasuk di dalamnya pasar saham.


“Harga saham pada umumnya memberikan respon terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi yang pro-pasar. Pasar saham berjalan dengan harapan dan kalkulasi pebisnis. Sejalan dengan itu, mekanisme pasar pun terbentuk,” kata Fachry Ali.


Dia menceritakan, saat krisis 1997-1998, para pelaku bisnis tidak menimbang siapa penguasa waktu itu, namun melihat kebijakan yang diambil pemerintah dalam menghadapi krisis.


Di sisi lain Fachry Ali mengatakan penting bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menjadi perusahaan terbuka, diyakini bakal mengurangi potensi intervensi. “BUMN akan semakin transparan, semakin kecil peluang intervensi politiknya,” katanya.


Fachry Ali mengatakan BUMN memiliki peran penting dalam penyelenggaraan perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu dapat dilihat saat krisis 1997-1998, ketika itu BUMN mengundang investor untuk melakukan investasi di dalam negeri.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti