Pantau Flash
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi
Kebijakan Tarik 'Rem Darurat' Dianggap Berhasil, Anies Perpanjang PSBB
Selama Periode 2016-2020 Tercatat 157 Pegawai KPK Telah Mengundurkan Diri
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendirian Atasi COVID-19

Presiden Jokowi Bertekad Berantas Mafia Migas

Presiden Jokowi Bertekad Berantas Mafia Migas Presiden Joko Widodo saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Raffles Hotel, Jakarta pada Kamis (28/11/2019). (Foto: Antara/Bayu Prasetyo)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menyatakan tekad untuk memberantas mafia minyak dan gas guna mengurangi impor BBM untuk memperkuat perekonomian Indonesia.

"Ada yang tidak mau diganggu impornya, baik minyak maupun LPG. Ini yang mau saya ganggu," kata Presiden dalam sambutannya saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Hotel Rafless, Jakarta, Kamis malam (28/11/2019).

Baca juga: Ditanya Soal Mafia Migas, Ahok: Saya Bukan Godfather!

Menurut Presiden, pemerintah ingin mencari energi baru dan terbarukan, salah satunya mengolah batu bara menjadi "synthetic gas" yang akan diproses menjadi "dimethyl ether" sebagai pengganti LPG.

Dia menjelaskan penyebab pengembangan energi baru itu tidak kunjung dilakukan sejak lama karena ada pihak yang menguasai impor minyak dan gas.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga menjelaskan penggunaan produk turunan minyak sawit sebagai biofuel juga terus dikembangkan.

"Kalau ini dikerjakan, B20 berjalan dan sudah berjalan. Sebentar lagi Januari B30, masuk lagi B50 bisa berjalan, artinya impor minyak kita turun secara drastis. Sehingga urusan neraca perdagangan dan transaksi berjalan kita menjadi lebih baik," ujar Presiden.

Baca juga: Soal Penolakan Serikat Pegawai Pertamina, Jawaban Ahok Mencengangkan!

Pemerintah, tambah Presiden, mengetahui pihak yang 'mendukung' impor migas yang menyebabkan defisit neraca perdagangan.

"Seperti yang sudah saya sampaikan, kalau ada yang mau ganggu, pasti akan saya gigit orang itu. Nggak akan selesai kalau masalah ini tidak kita selesaikan," ujar Jokowi terkait rencana pengembangan bio fuel untuk mengurangi impor bahan bakar minyak.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: