Pantau Flash
MenkumHAM Siap Hadapi Gugatan Tommy Soeharto Soal Partai Berkarya
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Jokowi: Dibandingkan Kematian Rata-rata Dunia, Kita Masih Lebih Tinggi
Jokowi Perintahkan Rencana Vaksinasi COVID-19 Rampung dalam 2 Pekan
Gempa M 5,3 Guncang Sumba Barat NTT, Terasa hingga Denpasar dan Mataram

Produktivitas Kerja Microsoft Jepang Naik Gegara Kerja Hanya 4 Hari

Produktivitas Kerja Microsoft Jepang Naik Gegara Kerja Hanya 4 Hari Ilustrasi kerja. (Foto: Pixabay)

Pantau.com -  Microsoft Jepang melakukan uji coba selama empat hari kerja dalam seminggu. Terbukti, hasilnya memuaskan untuk produktivitas karyawan.

Seperti diberitakan CNBC, raksasa teknologi itu mencatat lonjakan hampir 40 persen pada tingkat produktivitas setelah memotong jam kerjanya. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan dari program yang mengkampanyekan perbaikan kehidupan sehari-hari dan kehidupan bekerja (Work-life Balance).

Perusahaan menyelesaikan pekerjaannya pada hari kamis dan memberikan 2.300 karyawannya akhir pekan tiga hari selama sebulan penuh untuk menilai manfaat dari berkurangnya hari berkerja. 

Baca juga: Penting Nih! 4 Tips Memulai Bisnis dan Memperluas Platform Online

Selama periode itu, perusahaan melihat produktivitas, yang diukur dengan penjualan per karyawan, naik 39,9 persen dibandingkan dengan Agustus 2018. Sementara itu, perusahaan melihat penurunan biaya, dengan menurunnya penggunaan listrik sebesar 23 persen dan penggunaan kertas yang digunakan 58 persen lebih sedikit pada masa uji coba tersebut.

Eksperimen juga memasukkan pengembangan diri dan skema kesehatan keluarga, Microsoft Jepang menerima respons yang positif sebagian besar dari karyawan, dengan 92 persen mengatakan mereka menyukai hari kerja empat hari.

Microsoft Jepang berencana melakukan tantangan kehidupan kerja yang serupa di musim dingin. Tujuannya mendorong kerja yang lebih fleksibel. Gagasan empat hari kerja selama seminggu telah mendapatkan daya tarik dari advokat yang menyoroti kemungkinan manfaatnya dalam mengurangi stres dan mencegah terlalu banyak pekerjaan.

Pada tahun 2018, sebuah perusahaan Selandia Baru menjuluki uji coba dua hari kerja empat hari dalam seminggu sebagai keberhasilan dalam meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, sementara pendiri Virgin, Richard Branson secara teratur menguraikan manfaatnya untuk meningkatkan kebahagiaan.

Baca juga: Deretan Negara Paling Gila Kerja di Dunia, Malah Ada yang Telan Korban Jiwa

Dampak dari pekerjaan yang berlebihan dirasakan secara akut di Jepang, yang dikenal karena memiliki beberapa jam kerja terpanjang di dunia.

Menurut sebuah studi pemerintah di tahun 2016, hampir seperempat dari perusahaan Jepang mengharuskan karyawan untuk bekerja lebih dari 80 jam lembur sebulan.

Jepang telah menciptakan istilahnya sendiri untuk budaya ekstrem yaitu "karoshi,". Artinya yaitu kematian karena kerja keras.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: