Proteksionisme Perdagangan Donald Trump jadi Risiko Global, Ini Kata Bappenas

Menteri  Bambang Brodjonegoro (Pantau.com/Ratih Prastika)Menteri Bambang Brodjonegoro (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro menilai proteksionisme perdagangan yang dicetuskan Presiden Amerika Donald Trump, bisa menjadi risiko yang berpotensi mengganggu perekonomian global.

“Proteksionisme mungkin hanya janji politik tapi omongan ini bisa memicu proteksionisme di belahan dunia lain,” kata Bambang saat memberikan materi dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan.

Bambang mengatakan tanda-tanda terjadinya proteksionisme, sudah terlihat ketika Amerika memutuskan untuk menarik diri dari kerjasama perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Kebijakan tersebut langsung lahir, usai dilantiknya Donald Trump sebagai Presiden Amerika.

Padahal, dalam kondisi saat ini, kata Bambang, sulit untuk mengabaikan Amerika sebagai salah satu daerah tujuan ekspor. Salah satu pertimbangannya, karena hingga saat ini Amerika memiliki tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia.

“Tidak mudah menghilangkan Amerika yang saat ini merupakan pemilik PDB terbesar, sebagai sandaran perdagangan dunia. Tapi, TPP saja saat ini tinggal sejarah,” ujar Bambang seperti dikutip laman Antara.

Menyusul TPP, kerja sama perdagangan lainnya seperti Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), dinilai juga terancam bubar. Alasannya, Kanada dan Meksiko terlihat enggan bekerjasama dengan Amerika.

“Kanada sendiri mulai melirik ke China atau Uni Eropa, setelah masuk dalam daftar 16 negara yang mengalami surplus perdagangan dengan Amerika. Meksiko juga bisa-bisa keluar dari NAFTA setelah selalu di-‘bully’ oleh Amerika,” kata Bambang.

Menurut Bambang, kondisi saling curiga tersebut bisa terjadi di kawasan lainnya. Hal tersebut dapat menganggu semangat kerjasama dalam bidang perdagangan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Ia mengharapkan kinerja perdagangan, terutama ekspor yang saat ini sedang tumbuh pesat, dapat berkembang lebih optimal untuk mendukung kinerja ekonomi. Melalui diversifikasi produk maupun negara tujuan ekspor.

Tim Pantau