Pantau Flash
Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Ilham Saputra Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua KPU
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 28 September
Positif COVID-19 Betambah 4.071, Total Menjadi 252.923 Kasus
Pendapatan Negara Turun 13,1 Persen, hingga Agustus Capai Rp1.034,1 T

Ramai Artis Pamer Isi Saldo di ATM, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Ramai Artis Pamer Isi Saldo di ATM, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani Nikita Mirzani ketika memamerkan isi saldonya di ATM. (Foto: YouTube)

Pantau.com - Tren soal pamer saldo di ATM jadi ramai akibat konten YouTube para artis. Mengingat banyak publik figur yang berprofesi sebagai Youtuber karena dianggap menguntungkan.

Melihat fenomena ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mempersilahkan bagi siapapun untuk memperlihatkan saldo rekeningnya. Syaratnya asalkan sang artis taat membayar pajak.

"Setiap orang memiliki compliance terhadap akses informasi. Jadi kalau memang Rp1 miliar itu adalah memang hasil penerimaan yang sudah bersih dari pajak ya enggak apa-apa juga," ujar Sri Mulyani Indrawati.

Baca juga: Ria Ricis Pamer Saldo ATM, Isinya Bikin Melongo

Sri Mulyani telah menerima data para nasabah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara otomatis. Penerimaan data itu sesuai dengan aturan yang berlaku usai adanya sistem Automatic Exchange of Information (AEoI) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39 Nomor 2017 tentang Tata Cara Pertukaran Informasi.

"Kita mendapatkan laporan secara reguler, itu sesuai dengan peraturan akses informasi," tambah Sri Mulyani.

Karena adanya sistem AEol, Sri Mulyani membantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sengaja memeriksa dan mengejar para Wajib Pajak dengan saldo ATM Rp1 miliar atau lebih karena maraknya artis memamerkan saldo rekening. "Kita enggak memeriksa juga, enggak diperiksa. Jadi bukan langsung kita mau meriksa," jawabnya lagi.

Lantas maraknya fenomena artis dan YouTuber yang memamerkan saldo di ATM, rupanya tak hanya menarik minat masyarakat luas, tetapi juga Ditjen Pajak. Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, mengatakan dalam proses pemungutan pajak, otoritas fiskal tak memandang profesi.

Baca juga: Hati-hati! Penunggak Pajak Kendaraan, Kamu Bisa Masuk Bui Lho

Apabila orang tersebut memiliki penghasilan di Indonesia dan jumlahnya penghasilannya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau di atas Rp54 juta per bulan, maka wajib untuk membayar pajak.

"YouTuber, kalau dia orang Indonesia, dapat penghasilan di Indonesia, atau pun dia penjual online, penjual di pasar, selama di atas PTKP dia wajib bayar PPh (Pajak Penghasilan) secara self assesment," tegas Suryo.

Jika para pesohor itu ternyata tak membayarkan pajak, pihak DJP telah memiliki data rekening perbankan dengan saldo di atas Rp1 miliar.

So, jadi masih mau pamer isi saldo? nanti malu lho kalau belum taat pajak!

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta