Pantau Flash
Gerindra Berharap Pemerintah Tidak Hilang Kesabaran Hadapi Pandemi Korona
Pemkab Bogor Diminta Turun Tangan Atasi Kepadatan Jalur Puncak Saat PSBB
The New Normal, Penumpang Wajib Datang 4 Jam Sebelum Penerbangan
Kasus Positif di Indonesia Capai 26.940, Pasien Sembuh Tercatat 7.637
Resmi! MotoGP Jepang Batal Digelar Akibat COVID-19

Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Terlantar di Bandara Soetta

Headline
Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Terlantar di Bandara Soetta Sejumlah penerbangan Sriwijaya Air pada Rabu (7/11/2019) di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten dibatalkan dan ditunda. (Foto: Antara/Aditya Ramadhan)

Pantau.com - Belasan penerbangan Sriwijaya Air tertanggal 7 November 2019 di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten dibatalkan dan ditunda sehingga ratusan penumpang terlantar.

Salah seorang petugas Bandara Soekarno-Hatta di Gerbang D2 Terminal 2 Bandara yang tidak menyebutkan namanya, mengatakan  bahwa pembatalan penerbangan dikarenakan ketiadaan pesawat.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Putus Kerja Sama dengan Sriwijaya Air

Rini Suryati, salah seorang penumpang Pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ 248 tujuan Malang mengaku kecewa berat karena pembatalan penerbangan tersebut.

"Kecewa berat. Saya sudah turun kereta, lanjut taksi, sampai sini malah dibatalkan," kata Rini.

Penumpang menumpuk di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta meminta kejelasan pada petugas Sriwijaya Air dan sebagian memilih beralih ke penerbangan lain.


Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 23 Maret 2017. (Foto: Reuters)

Sebelumnya Direktur Teknik dan Layanan Garuda Iwan Joeniarto dalam keterangannya yang beredar di Jakarta, Kamis, menginformasikan bahwa Sriwijaya Air tidak lagi tergabung dengan Garuda Indonesia Group yang sebelumnya telah menjalin kerja sama operasi.

“Kami merujuk pada status terkini kerja sama manajemen antara Sriwijaya dan Citilink, anak usaha Garuda Indonesia. Karena ada sejumlah masalah di mana kedua pihak belum bisa diselesaikan. Dengan berat hati, kami menginformasikan bahwa Sriwijaya melanjutkan bisnisnya sendiri,” kata Iwan Joeniarto.

Baca juga: 737 MAX 8 Dikandangin, Garuda Merugi?

Dengan demikian, Sriwijaya Air tidak lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group dan hubungan dengan Sriwijaya Group akan kembali berdasarkan business to business (B to B).

Sebelumnya, Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group menjalin kerja sama operasi seiring dengan kondisi keuangan perusahaan maskapai nasional swasta itu yang tidak mendukung.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: