Reksa Dana Dinilai Bakal Lebih Semarak, Alasannya?

Bahana menggelar “Market & Commander” Catatan Akhir Tahun 2017 Strong & Trustworthy. (Pantau.com/Ratih)Bahana menggelar “Market & Commander” Catatan Akhir Tahun 2017 Strong & Trustworthy. (Pantau.com/Ratih)

Pantau.com Manajer investasi PT Bahana TCW Investment Management menilai, perkembangan industri reksa dana pada tahun ini akan lebih semarak dibandingkan 2017. Alasannya, pemahaman dan minat masyarakat yang meningkat pada reksa dana.

Presiden Direktur Bahana TCW, Edward Lubis mengatakan pemahaman investor retail terhadap produk reksa dana jauh lebih baik dan tingkat optimis investor untuk berinvestasi juga lebih tinggi. Di sisi lain, tingkat bunga deposito perbankan yang semakin turun membuat perpindahan dana simpanan di perbankan ke produk investasi lain, salah satunya reksa dana dengan imbal hasil lebih menarik.

Meningkatnya pemahaman dan minat masyarakat pada reksa dana, kata Edward Lubis pun dirasakan Bahana. Sepanjang 2017, Bahana membukukan total dana kelolaan sebesar Rp48,2 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari produk reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap (obligasi). Pada 2018, Bahana yakin dapat mencapai target total dana kelolaan (AUM) hingga Rp55 triliun.

Edward menyampaikan dari total dana kelolaan pada 2017, mayoritas dana berasal dari investor institusional (83,6%). Sedangkan, dari investor ritel masih sekitar 16,4%. “Kami berharap kontribusi investor ritel terhadap dana kelolaan akan meningkat hingga 25%,” lanjutnya.

Dari jumlah investor ritel saat ini, sebagian besar merupakan investor berusia di bawah 35 tahun. Artinya, generasi milenial yang menunjukkan antusiasme berinvestasi di produk reksa dana, terutama melalui fintech dan sekuritas online.

“Kami akan terus memperluas jaringan distribusi baik melalui bank maupun online dan fintech, di mana generasi milenial cukup familiar menggunakan teknologi tersebut,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Martina Prianti