Reli Kenaikan Harga Minyak Dunia Terhenti, Ini Alasannya

ilustrasi (weforum.org)ilustrasi (weforum.org)

Pantau.com  Reli kenaikan harga minyak di pasar dunia terhenti pada perdagangan Jumat (26/1/2018) atau Kamis waktu setempat. Sebelumnya tren kenaikan harga minyak sempat menyentuh harga tertinggi sejak Desember 2014.

Tercatat, minyak mentah Amerika sempat naik menjadi USD66,66 per barel sebelum merosot kembali di bawah USD66. Sementara minyak mentah Brent, patokan minyak internasional, mencapai USD71,28 per barel dalam perdagangan intraday.

Patokan harga minyak Amerika, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun USD0,10 menjadi menetap di USD65,51 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, turun USD0,11 menjadi ditutup pada USD70,42 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sejumlah ahli berpendapat perdagangan dolar Amerika menjadi pendorong harga minyak dunia fluktuatif. Indeks dolar Amerika, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun ke tingkat 88,438, terendah dalam sekitar tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut setelah Menteri Keuangan Amerika Steven Mnuchin mengatakan negaranya menyambut baik pelemahan mata uang dolar.

Indeks dolar kemudian meningkat menjadi 89,379 pada akhir perdagangan Jumat pagi Waktu Indonesia Barat (WIB). Tapi, dolar yang lebih kuat membuat komoditas-komoditas yang dihargakan dalam dolar Amerika kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti