Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Ritel Asing Jamah Indonesia, Pengusaha: Kita Enggak Pernah Khawatir

Ritel Asing Jamah Indonesia, Pengusaha: Kita Enggak Pernah Khawatir Galeri Miniso di Sydney (Foto: wikipedia)

Pantau.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku tak khawatir dengan keberadaan ritel asing di Indonesia. Ritel asing justru dinilai akan menambah investasi di Indonesia dan membantu meningkatkan produktivitas. 

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Aprindo Roy Mande mengatakan pada akhirnya peningkatan produktivitas akan berpengaruh pada belanja konsusmsi. 

"Kita nggak pernah khawatir dengan ritel asing. Karena sebagian ritel asing sudah ke Aprindo," ujarnya saat ditemui di kawasan Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Aprindo Sebut Warga Kunjungi Pusat Perbelanjaan Hanya untuk Makan

"Tapi kita justru bisa menyerap teknologi, kita berharap adanya investasi sehingga ada tenaga kerja. Karena menyerap tenaga kerja berarti meningkatkan produktivitas mereka, ujung-ujungnya mereka belanja lagi," imbuhnya.

Sehingga ia menilai sah saja ritel asing masuk ke Indonesia. Selain itu kata dia, ritel juga saat ini terus melakukan pembenahan terutama untuk menyesuaikan perkembangan teknologi. 

"Peritel lokal juga senantiasa sudah berbenah diri. Menyerap teknologi omni channel, kemudian juga peritel lokal mulai mengembangkan big data, pemanfaatan data untuk mentriger konsumen bahwa ada spesial price dan produk," katanya.

Baca juga: Indonesia Great Sale Targetkan Dongkrak 20 Persen Pengunjung Mall

Termasuk juga penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat persaingan yang semakin ketat sejalan dengan perkembangan zaman. 

"Kemudian juga dengan adanya AI (Artificial Intelligent), berapa peritel menggunakan teknologi, ini adalah bagian dari kita memperkuat diri kita dalam menghadapi peritel yang masuk dari luar," pungkasnya. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: