Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Ritel Besar Online di India Akan Hapus Penggunaan Plastik

Ritel Besar Online di India Akan Hapus Penggunaan Plastik Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pengecer online terbesar di India memberi waktu kurang dari dua tahun untuk berhenti menggunakan plastik sekali pakai saat mengirimkan produknya.

Flipkart, perusahaan e-commerce India yang dimiliki oleh Walmart (WMT), mengatakan akan menghilangkan plastik sekali pakai dalam kemasan pada Maret 2021. 

Ia juga berkomitmen untuk menuju 100 persen konsumsi plastik daur ulang dalam rantai pasokannya dengan cara yang sama. Perusahaan akan mengganti kantong plastik dengan kantong kertas dan bungkus gelembung dengan bahan abon dari karton.

Baca juga: Pertamina Tepis Berita Kenaikan Harga BBM: Itu Hoax!

Flipkart, yang berbasis di Bangalore, telah mengurangi jumlah plastik sekali pakai di masing-masing paket sebesar 25 persen dibandingkan tahun lalu.

"Di Flipkart, kami percaya bahwa praktik bisnis yang berkelanjutan tidak hanya membantu kami melestarikan lingkungan, tetapi membuat kami lebih efisien dan memastikan umur panjang," kata CEO Kalyan Krishnamurthy dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan juga mengumumkan pada bulan Juni bahwa mereka akan membuat 40 persen dari kendaraan pengiriman listrik pada Maret 2020. Flipkart memimpin tipis di atas Amazon di puncak pasar e-commerce India, yang diprediksi oleh Morgan Stanley akan bernilai $ 200 miliar pada tahun 2027.

Baca juga: Kata Sri Mulyani Ekonomi RI Tak Seperti Dibayangkan Tumbuh 7 Persen

Kedua perusahaan telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan bisnis mereka di negara itu, ketika mereka berjuang untuk mencapai lebih banyak lebih dari setengah miliar orang India akan online beberapa tahun mendatang.

Sementara sag rival, Amazon (AMZN) menggembar-gemborkan komitmennya untuk membangun gedung kantor barunya di Hyderabad yang terbesar dari bangunannya di mana pun di dunia dikelilingi oleh lebih dari 300 pohon dan memiliki daur ulang air 850.000 liter (225.000 galon) menanam.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: