Rupiah ‘Tertekan’ Kebijakan The Fed, Ini Penyelamatnya

Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank melemah tipis sebesar empat poin menjadi Rp13.428 dibandingkan sebelumnya Rp13.424 per dolar Amerika Serikat, Jumat (22/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sendiri menurut asumsi makro APBN 2018 dipatok Rp13.400 per dolar Amerika.

“Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menunjukkan sikap optimis terhadap kenaikan inflasi serta ekspektasi data-data ekonomi Amerika yang bagus, mendorong kinerja dolar Amerika,” kata Analis Monex Investindo Futures Putu Agus.

Ia mengatakan, data tenaga kerja Amerika yang menjadi perhatian antara lain non-farm payrolls (NFP) diestimasikan naik menjadi 181.000. Sedangkan indeks upah sebesar 0,2 persen dan tingkat pengangguran diestimasi sebesar 4,1 persen.

“Jika dirilis lebih tinggi dari perkiraan, maka dolar Amerika dapat terapresiasi lebih tinggi terhadap mayoritas mata uang dunia termasuk rupiah,” kata Putu.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Reza Pryambada seperti dikutip Antara mengatakan, data inflasi Indonesia periode Januari 2018 sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal itu turut menjaga pergerakan rupiah tetap berada dalam kisaran stabil.

“Inflasi yang terjaga memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi ke depannya,” kata Reza.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,62 persen. Sehingga inflasi tahun ke tahun (year on year) 3,25 persen.  Bahkan disebutkan, inflasi Januari 2018 itu lebih kecil dibanding inflasi Desember 2017 sebesar 0,71 persen dan inflasi Januari 2017 sebesar 0,97 persen.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti