Pantau Flash
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
3 Induk Cabor Tanda Tangan MoU Dana Pelatnas 2020

RUU P2 APBN 2018 Disetujui, Sri Mulyani, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Mesra

Headline
RUU P2 APBN 2018 Disetujui, Sri Mulyani, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Mesra Menteri Keuangan Sri Mulyani, Fadli Zon dan Fahri Hamzah (Foto: Kementerian Keuangan)

Pantau.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Beberapa indikatornya antara lain adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), turunnya tingkat pengguran terbuka juga persentase penduduk miskin serta rasio gini.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam pidatonya selaku wakil Pemerintah pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka Pembicaraan Tingkat II Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 (RUU P2 APBN TA 2018), di gedung Nusantara II, Komplek DPR-MPR-DPA, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton

Indikator kesejahteraan masyarakat tersebut antara lain Indeks Pembangunan Manusia pada angka 71,39 (capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir) atau meningkat 0,58 persen dari tahun 2017 sebesar 70,81; Tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,50 persen tahun 2017 menjadi 5,34 persen (angka terendah dalam 4 tahun terakhir); Persentase penduduk miskin menurun dari 10,12 persen di tahun 2017 menjadi 9,66 persen; dan Rasio gini yang membaik pada angka 0,384 menurun dari angka 0,391 tahun 2017.

"Dari sisi belanja, kinerja APBN mengalami peningkatan, tidak hanya dari tingginya penyerapan anggaran tetapi juga semakin efektif dan tepat sasaran (antara lain) penurunan kemiskinan dan perbaikan pemerataan. Dengan perbaikan kualitas belanja negara, kita berhasil meningkatkan indikator kesejahteraan masyarakat," tegas Sri Mulyani dihadapan para anggota dewan.

Baca juga: Dikekang, Huawei: Tak Akan Bantu Amerika Jadi Pemimpin Dunia Teknologi

Dari capaian di atas menunjukkan kinerja APBN terus meningkat dari waktu ke waktu, bahkan menurunnya persentase penduduk miskin menembus level satu digit di 9,66 persen merupakan capaian yang fenomenal karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, tingkat kemiskinan berada pada level satu digit.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak berpuas diri atas capaian-capaian tersebut. Pemerintah terus berkomitmen untuk berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara sehingga APBN sebagai instrument fiskal dapat bermanfaat untuk terus mendukung pelaksanaan pembangunan, yaitu memperbaiki kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.  

Secara aklamasi seluruh fraksi di DPR menyetujui RUU P2 APBN TA 2018. Persetujuan tersebut secara resmi ditandai dengan diketoknya palu oleh Pimpinan Rapat Fadli Zon dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). 

Usai agenda tersebut baik Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Sri Mulyani melenggan dengan tertawa bersama dengan akrab.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: