Sah! PGN Jadi Anak Usaha Pertamina

Salah satu SPBG milik PGN. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)Salah satu SPBG milik PGN. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) menyetujui adanya perubahan anggaran dasar tentang pengalihan seluruh saham milik pemerintah di PGN, menjadi setoran modal pada PT Pertamina (Persero).


Keputusan tersebut, akan diresmikan setelah terbitnya peraturan pemerintah (PP) tentang holding yang ditargetkan paling lambat berdiri 60 hari ke depan.


Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan, pelaksanaan RUPSLB PGN pada hari ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor 682-/MBU/11/2017 tanggal 28 November 2017.


Dalam surat tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno menginstruksikan agar PGN menggelar RUPSLB karena Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam modal saham Pertamina, sudah diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).


“Pembahasan perubahan anggaran dasar PGN ini dilakukan agar rencana pemerintah membentuk Holding Migas (minyak dan gas) bisa terwujud, dengan mengalihkan seluruh saham Seri B milik negara di PGN menjadi setoran modal pada pemerintah,” kata Jobi usai mengikuti RUPSLB PGN, Kamis (25/1/2018).


Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan, dengan pengalihan saham Seri B tersebut, Pertamina akan menjadi induk usaha (holding). PGN pun akan menjadi anak perusahaan Pertamina.


Di sisi lain, anak usaha Pertamina yang memiliki kegiatan usaha sejenis dengan PGN yaitu PT Pertagas akan dialihkan kepemilikannya ke PGN. Harry menjelaskan pengalihan saham PGN ke Pertamina, baru bisa dilaksanakan setelah Peraturan Pemerintah (PP) holding terbit.


“Apabila dalam 60 hari PP Holding belum ditandatangani maka hasil RUPSLB hari ini batal demi hukum. Intinya, pembentukan Holding Migas baru akan terealisasi jika PP Holding terbit dan Akta Pengalihan ditandatangani,” kata Harry.


Dia menjelaskan, tujuan dari integrasi bisnis gas antara Pertagas dan PGN untuk terciptanya efisiensi, efektivitas, kemampuan investasi di masa datang. Khusus untuk PGN, manfaat dari integrasi ini adalah meningkatnya accessability, acceptability, affordability, dan availability.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti