Sedan Bakal Bebas Pajak Barang Mewah, Tapi…

Headline
Sejumlah kendaraan memasuki gerbang tol. (Pantau.com/Fery Heryadi)Sejumlah kendaraan memasuki gerbang tol. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan pemerintah berencana menghilangkan pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap kendaraan jenis sedan. Tapi, saat ini pemerintah sedang mengodok aturan perpajakan tersebut.

“Mungkin triwulan satu ini bisa diselesaikan karena sudah masuk (dibahas) dari tahun kemarin,” kata Airlangga, Kamis (8/2/2018).

Ia mengatakan, selain untuk meningkatkan unit penjualan dan mendorong penggunaan komponen lokal, kebijakan baru pemerintah juga bermanfaat untuk pasar ekspor baru.

Makanya pemerintah berharap, bisa meraih pasar ekspor untuk kendaraan jenis sedan ke Australia. “Pabrik otomotif di Australia lagi tutup semua, padahal pasarnya dua juta unit. Kalau ini bisa diselesaikan, maka ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk ekspor otomotif ke Australia,” ujarnya.

Selain itu, harmonisasi pajak baru ini akan dikaitkan dengan produksi otomotif yang menggunakan karbon emisi rendah maupun industri yang berbasis kepada electric vehicle.

“Ini akan mendorong utilitas produksi di otomotif, dari saat ini sekitar 1,4 juta-1,5 juta. Kalau ini bisa dilakukan, kita akan punya kapasitas untuk ekspansi,” tambahnya.

Dia menjelaskan, peraturan baru ini akan dikenakan kepada kendaraan jenis sedan yang selama ini dianggap lebih mahal dibandingkan model lain seperti sport utility vehicle (SUV) dan multi purpose vehicle (MPV).

Catatan Pantau.com, saat ini pemerintah memungut pajak bagi sedan melalui PPnBM sebesar 30 persen. Tarif pajak itu, jauh lebih besar dibandingkan pajak yang dikenakan kepada SUV dan MPV hanya 10 persen.

Tim Pantau
Penulis
Martina Prianti