Pantau Flash
Menteri Edhy Bertolak ke Australia Bahas Budidaya Lobster
Arab Saudi Berhentikan Sementara Pelayanan Umrah Gara-gara Korona
'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang' Jadi Sorotan Media Internasional
Bayern Munchen Rilis Jersey Khusus Peringati Hari Jadi ke-120
Stadion Klabat Jadi Kandang Persipura di Liga 1 Musim 2020

Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi

Headline
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi Gedung Bioskop XXI di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat (Foto: Antara/Shofi Ayudiana)

Pantau.com - Salah satu bioskop jaringan XXI di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat akan berhenti beroperasi pada Senin (19 Agustus 2019) besok.

"Bukan permanen tidak aktif, itu kontraknya sudah selesai," kata Kepala Unit Pengelola TIM Imam Hadi Purnomo saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Menurut Imam, gedung bioskop tersebut akan diratakan untuk kemudian dibangun Gedung Teater Graha Bakti Budaya, yang sebelumnya sudah ada dan bakal diperluas menjadi 2.000 tempat duduk.

Baca juga: 51 Persen Saham Milik RI, Jonan Catat Sejarah Pimpin Upacara di Freeport

Imam menambahkan masih ada kemungkinan nantinya untuk melakukan perpanjangan kontrak antara pengelola TIM dan Bioskop XXI. Jika itu terjadi, kemungkinan bioskop akan dipindahkan ke depan.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar karena TIM sedang dalam proses revitalisasi, dan diharapkan dapat selesai pada 2021 mendatang.

Berita penutupan bioskop di TIM juga menuai tanggapan dari pengunjung yang biasa nonton di tempat tersebut.

Salah satunya Putri yang mengaku tidak tahu-menahu tentang penutupan bioskop. Namun ia menyayangkan jika XXI TIM benar-benar akan ditutup.

"Sayang banget padahal suasananya udah asyik dan tempatnya juga strategis. Gak ada anak-anak alay dan nonton gak berisik," kata Putri.

Baca juga: Lama Tak ada Kabar, Freeport Rupanya Tak Ekspor Konsentrat Selama 3 Bulan

Kekecewaan juga dirasakan oleh Rizki, pengunjung setia sekaligus mantan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia mengatakan bioskop tersebut berperan penting untuk perfilman terutama bagi mahasiswa IKJ yang ingin pergi ke bioskop.

"Suasananya juga enak, dalam arti kita gak perlu masuk mal," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, jika alasan penutupan adalah karena ingin memperluas Gedung Graha Bakti Budaya, itu tidak masuk akal karena gedung tersebut tidak terlalu ramai sejak tahun 2012.

"Sedih sih enggak cuma kecewa, kenapa harus dihancurin. Kalau mau nonton teater kan ada Teater Kecil jadi gak perlu menghancurkan bioskop," tutur dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: