Pantau Flash
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
3 Induk Cabor Tanda Tangan MoU Dana Pelatnas 2020

Sesumbar, China Bakal Balas AS Jika Tarif Dagang Baru Diberlakukan

Sesumbar, China Bakal Balas AS Jika Tarif Dagang Baru Diberlakukan Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - China mengatakan pada hari Kamis (22/8/2019) bahwa pihaknya berharap Amerika Serikat akan menghentikan tindakan tarifnya yang salah, menambahkan bahwa setiap tarif baru akan menyebabkan eskalasi.

Amerika Serikat mengatakan awal bulan ini akan menampar bea atas barang-barang China senilai $300 miliar mulai 1 September, yang akan secara efektif memperpanjang tarifnya untuk semua ekspor Cina ke Amerika Serikat.

Tetapi Presiden Donald Trump kemudian membatalkan sebagian dari rencana itu, menunda tugas pada beberapa item seperti ponsel, laptop dan barang-barang konsumen lainnya hingga pertengahan Desember, dengan harapan mengurangi dampaknya terhadap penjualan liburan A.S.

"Meskipun ada keputusan AS untuk menunda tarif pada beberapa barang China jika Amerika Serikat secara kasar menentang oposisi China dan memberlakukan tarif baru, Cina akan dipaksa untuk mengambil tindakan pembalasan," kata juru bicara Kementerian Perdagangan Gao Feng kepada sebuah berita. pengarahan.

Baca juga: Pendapatan Lulusan Sekolah Kejuruan Tak Kalah Tinggi dari Lulusan Sarjana

Gao mengatakan tim perdagangan dari kedua belah pihak tetap berhubungan, ketika ditanya apakah Wakil Perdana Menteri China Liu He akan melakukan perjalanan ke Washington untuk putaran berikutnya dari pembicaraan tatap muka.

Ketika ditanya apakah Washington telah mengangkat masalah Hong Kong dengan China selama negosiasi perdagangan, Gao merujuk pada pernyataan Trump sebelumnya bahwa Hong Kong adalah bagian dari China dan tidak perlu bagi AS untuk campur tangan.

"Saya harap pihak A.S. dapat tetap berpegang pada kata-katanya," kata Gao.

Baca juga: Raup Ratusan Miliar, Pajak Atta Halilintar Bisa Buat Beli Rumah Mewah

Presiden Donald Trump pada akhir pekan memperingatkan terhadap tindakan keras di Hong Kong seperti penindasan Beijing terhadap protes pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989, yang akan mencapai kesepakatan yang telah ia upayakan untuk mengakhiri perang dagang dengan China "sangat keras".

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: