Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Setelah Debat Pilpres, Jokowi Kembali Serukan Penerapan B100 di Senayan

Setelah Debat Pilpres, Jokowi Kembali Serukan Penerapan B100 di Senayan B100 (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Statemen soal penggunaan B100 kembali dilontarkan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Jokowi sempat menegaskan serius menggarap B100 di Indonesia dalam debat saat maju menjadi Calon Presiden 2019-2024.

Kali ini Jokowi mengutarakan penggunaan B100 dalam agenda Pidato Kenegaraan di Komplek MPR/DPR. Jokowi menyatakan bahwa Indonesia mampu membuat bahan bakar dengan jenis Biodiesel 100 persen berasal dari nabati atau B100.

"Kita sudah mulai dengan program B20, akan masuk ke B30 campuran solar dengan 30 persen biodiesel. Tapi kita bisa lebih dari itu kita bisa membuat B100," ungkapnya. 

Baca juga: Butuh Berapa Tahun Indonesia Wujudkan B100? Ini Kata Menteri Rini

Lebih jauh tentang industri inovasi energi, Jokowi mendorong adanya hilirisasi industri bidang bahan bakar serta mineral pertambangan.

"Memang negara kita ini kaya Bauksit, batu bara, kelapa sawit, ikan, dan masih banyak lagi. Tapi tidak cukup di situ. Kalau kita melakukan hilirisasi industri kita pasti bisa melompat lagi," tambahnya.

Jokowi mendorong pembangunan industri pengolahan bauksit sehingga impor alumina tidak perlu dilakukan. Proses bisa dimulai membangun hilirisasi industri batu bara menjadi (Dimethyl Ether) DME sehingga Indonesia bisa mengurangi impor jutaan ton LPG setiap tahunnya.

Baca juga: Lama Tak ada Kabar, Freeport Rupanya Tak Ekspor Konsentrat Selama 3 Bulan

"Kita sudah bisa produksi avtur sendiri, hingga sekarang kita tidak impor, kalau bisa kita juga ekspor avtur, kita juga harus bisa membuat avtur dari produksi kelapa sawit," jelasnya.

Menurutnya capaian tersebut bisa dicapai jika semua produksi mineral sudah bisa diciptakan produksi hilirisasi mineral. Karena dengan adanya hilirisasi mineral dan pertambangan maka dapat meningkatkan pendapatan serta perekonomian negara.

Hal ini justru akan meningkatkan ekspor bahan mineral bukan hanya produk mentah saja namun sudah menjadi produk olahan yang bisa memberi nilai tambah.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni