Pantau Flash
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta
Bertambah 12.568, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 939.948 per 20 Januari

Setuju Kalau Mobil Listrik adalah Masa Depan Indonesia?

Setuju Kalau Mobil Listrik adalah Masa Depan Indonesia? Mobil listrik (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pengamat energi Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan mobil listrik merupakan masa depan industri otomotif sekaligus jawaban pemanfaatan energi ramah lingkungan di Indonesia.

"Tidak salah kalau Indonesia mulai mengambil sikap untuk mengembangkan kendaraan listrik secara lebih masif," katanya di Jakarta, Minggu.

Hangga yang juga pendiri Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) mengatakan mobil listrik merupakan salah satu cara mengurangi polusi, karena lebih hemat energi dibanding mobil berbahan bakar fosil.

Menurut dia, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dalam memproduksi energi listrik. "(Sebanyak) 87 persen penghasilan listrik Indonesia dihasilkan dari bahan bakar fosil, yaitu batu bara, minyak, dan gas,” katanya.

Baca juga: Mobil Listrik Masuk Indonesia, PLN Sediakan Stasiun Pengisian Kendaraan

Oleh karena itu, Hangga mengatakan pentingnya Indonesia beralih ke transportasi yang digerakkan energi listrik untuk menggantikan fosil.

Sementara itu, Gerakan Milenial Airlangga Hartarto (GEMA) Golkar menggelar diskusi dengan tema "Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia" di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/8/2019).

Dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Minggu, hadir sebagai pembicara diskusi adalah Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Padjajaran Adhi Viari Nugraha, dan Ketua Divisi Mobil Listrik 2018 Politeknik Negeri Bandung Amirul Siddiq Mirza, dengan moderator pengamat energi Satya Hangga Yudha Widya Putra.

Putu Juli mengatakan Kementerian Perindustrian telah mengusahakan adanya industri pembuatan baterai mobil listrik di Indonesia.

"Bahan baku baterai mobil listrik didominasi nikel dan Indonesia salah satu penghasil nikel terbesar di dunia," katanya.

Baca juga: Mobil Listrik Siap Mengaspal di Ibu Kota Baru, Kemenhub: Kita Siapkan

Ia menambahkan meski masih terbatas fasilitas pengisian baterai sudah terdapat di sejumlah lokasi. "Saat ini, untuk motor listrik sudah ada fasilitas pengisian baterai. Masalah utama kendaraan listrik memang dalam hal pengisian," ujar Puti Juli.

Sedangkan Adhi Viari Nugraha menyampaikan optimismenya akan pengembangan mobil listrik di Indonesia. Apalagi pengembangan mobil listrik di Indonesia diwajibkan sesuai dengan peraturan tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

"Ini merupakan kesempatan bagi SDM Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa membuat mobil listrik. Apalagi TKDN mobil listrik cukup tinggi," katanya.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 sebagai payung hukum pengembangan mobil listrik.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: