Pantau Flash
PB ISSI Gelar Gowes 2020 KM Jakarta-Papua
Banjir Bandang Sukabumi: 3 Orang Hanyut, 20 Orang Luka-luka
Sah! Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar 9 Desember 2020
Peringatan Banjir Warga Jakarta! Bendungan Katulampa Bogor Siaga I
30 Hotel di DKI Jakarta Siap Digunakan untuk Isolasi Pasien COVID-19 OTG

Soal Mafia Migas, DPR: Kalau Tidak Bisa Dihilangkan, Ganti Pejabatnya!

Soal Mafia Migas, DPR: Kalau Tidak Bisa Dihilangkan, Ganti Pejabatnya! Ahok dan Moeldoko. (Foto: ANT)

Pantau.com - Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mendukung upaya pemerintah memberantas mafia di sektor minyak dan gas (migas). Menurut Kardaya, mafia migas bisa dihilangkan jika pemerintah serius untuk memeranginya.

Penegasan itu disampaikan terkait dengan persoalan mafia migas yang kembali diungkapkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu dan kembali ditegaskan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai bertemu dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Baca juga: Undang Ahok, KSP: Pemerintah Siap Berantas Mafia Migas

"Mafia migas tahu bagaimana memanfaatkan celah hukum, jadi itulah kesulitan memberantasnya selama ini," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (15/1/2020).

Kardaya menjelaskan, jika memang Presiden Jokowi serius dalam memerangi mafia migas, lebih baik meminta jajaran kabinet terkait dan perusahaan BUMN di sektor migas untuk memangkas semua jalur-jalur mafia migas ini beroperasi.

Menurutnya dengan begitu mafia migas diharapkan bisa hilang dengan sendirinya karena tidak ada lagi ruang untuk mencari keuntungan.

"Presiden Jokowi juga sudah bilang beliau tahu siapa pelakunya. Tapi menurut saya pemerintah tidak usah bicara keluar, panggil Dirut dan Komutnya, katakan besok harus hilang (mafianya). Kalau tidak bisa hilangkan mafia migas, ganti pejabatnya. Pasti bakal hilang," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/1).

Salah satu yang dibahas oleh keduanya yaitu soal penyelesaian masalah minyak dan gas (migas) bersama Ahok. Hal itu karena mafia migas kerap membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi geram. Bahkan, Jokowi pernah mengatakan ingin menggigit mafia migas.

"Beliau sudah sering muncul kata-kata yang begitu keras (soal mafia migas). Saya pikir jangan sampai ke Presiden lah, kalau perlu 'menggigit' ya, saya duluan yang menggigit, jangan Presiden duluan," tegas Moeldoko.

Menurut dia, perlu ada kolaborasi antara pemerintah dengan Pertamina agar keinginan Jokowi memberantas mafia migas bisa terealisasi. "Kami ingin melihat bagaimana mengelola isu-isu strategis, khususnya di Pertamina yang relatif selalu muncul dan kami tadi sepakat dengan beliau (Ahok) untuk mari kita berkolaborasi agar semuanya nanti terkelola dengan baik," ungkap dia.

Baca juga: DPR Minta Ahok Selesaikan Persoalan Minyak Tumpah Pertamina di Karawang

Sementara itu, Ahok memastikan akan bekerja untuk mencapai keinginan Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah mengantongi dukungan dari Moeldoko untuk membasmi mafia migas.

Ahok mengaku, Pertamina sudah memiliki jalan keluar menurunkan harga migas. Namun, dia meminta hal itu ditanyakan langsung ke Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

"Kami sudah ada rumusnya, nanti tanya kepada Dirut lah, aku kan cuma komisaris," kata Ahok.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: