Pantau Flash
Kemenperin Berkomitmen Kawal Investasi di Indonesia
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga
Dinkes Jakpus Pendatang Tanpa SIKM Harus Tes Swab Biaya Sendiri
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020

Soal Usulan Iuran BPJS Naik, Fadli Zon: Tanda Skema Tak Berjalan Baik!

Soal Usulan Iuran BPJS Naik, Fadli Zon: Tanda Skema Tak Berjalan Baik! Fadli Zon (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon angkat bicara menanggapi usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen. Fadli menilai, bahwa usulan tersebut menandakan skema BPJS tidak terencana dengan baik dan justru memberatkan masyarakat.

"Itu menandakan skema BPSJ ini tidak terencana dengan baik dan malah memberatkan masyarakat," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen! Kelas I Rp160.000

Fadli mengatakan seharusnya ada evaluasi terhadap msalah yang terjadi dalam tubuh BPJS. Menurutnya bukan malah justru menaikkan iuran.

"Kenapa bisa seperti itu. Dan kita kan sudah ada amanat UU Kesehatan, 5 persen APBN itu untuk kesehatan," ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan seharusnya saat ini masyarakat tak boleh dibebani. Selain itu juga seharusnya sekarang masyarakat digratiskan terkait dengan BPJS Kesehatan.

"Kalau perlu digratisin jangan dibebankan pembayaran itu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sri Mulyani menjelaskan berdasarkan proyeksinya yang dilihat dari kenaikan jumlah peserta dan meningkatnya utilisasi, pada Tahun 2020 dan 2021 BPJS Kesehatan akan mengalami defisit lagi apabila menerapkan iuran rekomendasi DJSN tersebut.

Ia mengemukakan berdasarkan surat yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan kepada Kementerian Keuangan bahwa perkiraan defisit lembaga jaminan kesehatan sosial tersebut akan mencapai Rp28,3 triliun pada Tahun 2019 dengan berbagai permasalahan yang ada saat ini. Ia bahkan menyusulkan agar iuran BPJS Kesehatan justru naik 100 persen.

"DJSN tadi Rp75.000 untuk kelas III dan Rp120.000 untuk kelas I, kami mengusulkan Rp110.000 untuk kelas II dan Rp160.000 untuk kelas I yang akan kita mulai pada 1 Januari 2020," jelas Sri Mulyani dalam rapat bersama Komisi IX dan Komisi XI DPR RI di gedung parlemen Senayan Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Reaksi Netizen Soal Usulan Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen

Dia mengatakan, usulan kenaikan iuran untuk peserta kelas III dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 bisa diberlakukan. Kenaikan iuran kelas III dan dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bakal diberlakukan mulai Agustus 2019. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: